Emilia Clarke Game of Thrones Terserang Stroke di Usia 24 Tahun

Januari 25, 2020

Emilia Clarke menderita stroke di usia 24 tahun saat syuting serial televisi Game of Thrones musim pertama di tahun 2011. (AP Photo)

Jakarta, PMP – Emilia Clarke, aktris cantik pemeran Daenerys Targaryen di film serial televisi Game of Thrones (GOT) terserang stroke saat masih berusia 24 tahun di tahun 2011. Salah besar jika beranggapan stroke hanya menyerang para lanjut usia yang berusia 75 tahun ke atas.

Tak hanya Emilia Clarke,  beberapa selebriti juga terserang stroke di usia 50 tahunan seperti  John Singleton, Luke Perry dan Raul Julia.

Emilia Clarke  sendiri mengaku bahwa dirinya pernah nyaris meninggal dunia akibat aneurisma otak atau pembengkakan pembuluh darah di otak. Jika pecah bakal menyebabkan perdarahan di otak yang dikenal sebagai stroke hemoragik.

Clarke mengatakan bahwa dia sempat stres saat syuting musim pertama GOT, hingga suatu saat dia merasakan pusing yang luar biasa. Dia mencoba berolahraga untuk menghilangkan pusing, namun ternyata tak menyelesaikan persoalan.

Dokter ternyata mendignosis Clarke menderita aneurisma di otak yang bisa pecah setiap saat. Clarke pun harus segera menjalani operasi otak pada umurnya yang masih 24 tahun. Begitu sembuh, Clarke memulai kegiatan amal SameYou untuk mendukung pasien yang mengalami penyakit stroke dan penyakit otak seperti dirinya.

Baca juga : Kandidat Miss Inggris 2020 Terserang Stroke Usia 22 Tahun

Sebenarnya beberapa penyebab stroke pada usia muda hampir sama dengan para lansia, misalnya tekanan darah tinggi, merokok, atau diabetes.

Namun menurut  The Centers for Disease Control and Prevention, AS, obesitas atau kegemukan menjadi faktor utama stroke usia muda. Padahal saat ini, prevalensi  obesitas pada mereka rang berusia 20 tahun hingga 39 tahun  sebesr 35%, serta 42% di antara mereka yang berusia 40 tahun hingga 59 tahun.

“Obesitas merupakan masalah utama yang terkait dengan kesehatan buruk yang dapat menyebabkan diabetes dan hipertensi. Dan keduanya faktor penyebab stroke,” kata Dr Andrea Harriott, ahli saraf Rumah Sakit Massachusett.

Menurut Andrea, perempuan memiliki gejala stroke yang sama dengan pria seperti mati rasa, kesulitan berbicara dan kelemahan otot. Termasuk gejala atipikal seperti disorientasi, kelelahan, atau mual dan muntah. Hal terpenting yang harus segera dilakukan jika muncul gejala stroke adalah pergi ke dokter.(bhimo)