Ciptakan Kontrasepsi Pria Biji Pepaya, Siswa SMAN 1 Sidoarjo Menang Lomba Karya Ilmiah Remaja ASEAN

Februari 18, 2020

Surabaya, pmp – Ledakan penduduk (overpopulation) yang sudah menjadi isu global ini mengundang keprihatinan empat siswi SMAN 1 Sidoarjo. Mereka  membuat alat kontrasepsi bagi pria dengan bahan alami ekstrak biji pepaya untuk membantu menekan tingkat pertumbuhan penduduk.

Alhasil, karya mereka berhasil meraih medali emas pada lomba karya ilmiah remaja ASEAN Innovation Science and Entrepreneur Fair (AISEF) 2020. Keempat siswi tersebut adalah Anggita Martha D, Adinda Salsabila, Vania Aristawidya,  dan Ananda Nisrina.

“Untuk mengurangi overpopulation di Indonesia, beberapa orang mengkonsumsi pil KB. Namun pil KB ada efek samping yang bisa berbahaya. Karenanya kami mencoba membuat lebih aman yakni alat kontrasepsi bagi pria dengan bahan alami ekstrak biji pepaya,” kata Anggita.

Anggita menjelaskan alasan memilih biji pepaya sebagai alat kontrasepsi karena biji pepaya mengandung zat alkaloid yang dapat merusak sperma pada pria. Dengan begitu sperma tidak bisa tidak bisa menuju ke ovum wanita saat pembuahan.

“Kerusakan sperma dari ekstrak biji pepaya tidak rusak permanen. Setelah 45 hari berhenti mengonsumsi, sperma tersebut akan kembali normal,” imbuhya.

Saat sperma laki-laki tidak bisa menuju ovum karena rusak, hal tersebut dapat mencegah terjadinya kehamilan. Pada penelitian tersebut mereka menggunakan mencit sebagai media penelitian.

“Penelitian ini kami ujikan kepada mencit, yakni tikus kecil semacam hamster. Mencit ini memiliki kesamaan genetik dengan manusia. Jadi, penelitian ini bisa direplikasikan pada mencit,” katanya.

Penelitian yang mereka lakukan dibawah pengawasan guru pembimbing  Endy Sri Wigati, S.Pd , Masrutji Handayani,S.Pd, M.Si , dan Farochah,S.Pd. Karya mereka akhirnya berhasil meraih gold medali  AISEF 2020 di Surabaya pada 14-16 Februari 2020. Saat itu peserta kompetisi Karya Ilmiah Remaja di bidang Sains dan Enterprener tingkat Internasional tersebut diikuti peserta dari beberapa negara di Asia, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand.

“Selama ikut lomba kami sangat senang. Selain bisa meemperkenalkan karya kita, kita bisa menambah pengetahuan dari karya teman-teman yang lain. Sekaligus  bisa bertemu banyak teman baru, baik teman dalam negeri namun juga teman dari negara lain” kata Anggita. (hps)