Pendapatan Naik 12,9 Persen, Indosat Ooredoo Cetak Laba 2019 Rp 1,6 Triliun

Februari 25, 2020

Jakarta, PMP – Kinerja Indosat Ooredoo menunjukkan pertumbuhan positif selama tahun 2019.  Pendapatan perseroan mengalami pertumbuhan 12,9% secara yoy (year on year) menjadi sebesar Rp26,1 triliun. Begitu pula dengan laba bersih yang berhasil dibekukan mencapai Rp1,6 triliun.

President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, mengatakan Indosat Ooredoo  berhasil melaksanakan strategi 3 tahun perusahaan yang membuat kinerja keuangan menjadi solid.

“Kami berinvestasi untuk meningkatkan cakupan dan kinerja jaringan 4G kami. Langkah-langkah ini berkontribusi terhadap peningkatan basis pelanggan dan volume trafik data Perusahaan. Sejalan dengan langkah kami untuk masa yang akan datang, kami ingin memainkan peran utama dalam membangun ekosistem digital Indonesia, dengan menghadirkan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman bagi pelanggan yang akan menciptakan nilai bagi pemegang kepentingan Perusahaan,” kata President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama dalam keterangan resminya yang dikirim, Selasa (25/2/2020).

Berdasarkan data perseroan, total pendapatan tumbuh sebesar 12,9% menjadi sebesar Rp26,1 triliun. Pendapatan seluler tumbuh sebesar 14,7% menjadi sebesar Rp20,7 triliun. Sedangkan EBITDA mencapai Rp9,9 triliun, atau tumbuh kuat sebesar 51,6% YoY.

Pelanggan seluler tumbuh sebesar 1,2 juta pelanggan menjadi 59,3 juta pelanggan pada akhir tahun 2019. Nilai Average Revenue per User (ARPU) meningkat menjadi Rp27,9 ribu dari tahun sebelumnya sebesar Rp18,7 ribu. Kenaikan ini  utamanya disebabkan oleh tingginya peningkatan trafik data sebesar 71,6% YoY.

Indosat Ooredoo membukukan laba bersih sebesar Rp1.569,0 miliar atau naik sebesar hampir Rp4 triliun dibandingkan rugi bersih di tahun 2018 yang disebabkan oleh perbaikan EBITDA dan penjualan menara.

Dalam hal operasional, Indosat Ooredoo berhasil melaksanakan penggelaran jaringan 4G secara intensif. Perseroan mengembangkan cakupan populasi 4G dari hanya sebesar 44% pada akhir tahun 2017 hingga mencapai hampir 90% di tahun 2019. Sekaligus meningkatkan kualitas konektivitas di seluruh Indonesia secara signifikan.

Sebagai bukti momentum pencapaian sepanjang tahun Indosat Ooredoo telah berhasil meraih penghargaan bergengsi Gold Stevie® Award Asia Pacific Award untuk Innovation in Technology Development.

Perusahaan telah mengoperasikan total 124.144 BTS per 31 Desember 2019, meningkat sebesar 49.218 BTS dibandingkan tahun lalu. Sampai dengan saat ini, Perusahaan mengoperasikan  BTS 4G sebanyak 48.048.

Indosat Ooredoo telah menyelesaikan penjualan 3.100 menara perusahaan kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Professional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dengan nilai transaksi sebesar Rp6,39 triliun. Penjualan ini akan mendukung rencana strategis Indosat Ooredoo untuk meningkatkan pengalaman jaringan lebih lanjut.

Pada tahun 2020, Perusahaan memberikan arahan pertumbuhan pendapatan sesuai dengan tingkat pertumbuhan pasar, dengan EBITDA margin pada kuadran persentase 30% atas, serta CAPEX diantara Rp8,5 sampai dengan Rp9,5 triliun. (hps)