PenaMerahPutih.com
Indeks Sehat Cantik Tren

Stres dan Emosi Negatif Turunkan Kekebalan Tubuh Hadapi Corona, Ini Terapi Efektif Jaga Imunitas

Ilustrasi (kemkes.go.id)

JAKARTA, PMP – Imunitas atau kekebalan tubuh seseorang berpotensi menurun jika muncul ketakutan, panik, atau stres akibat berbagai pemberitaan terkait penyebaran virus Corona. Bahkan berpotensi memunculkan gangguan psikosomatis, di mana pikiran memengaruhi tubuh sehingga penyakit justru muncul atau bertambah parah.

Wali Kota Bogor Bima Arya –yang positif Corona dan sempat diisolasi– menyebut bahwa pemberitaan masif terkait virus Corona di sosial media (sosmed)  justru terlebih dulu menyerang pikiran seseorang.

“Virus Corona ini menyerang hati dan jiwa, sebelum (menyerang) pernapasan dan paru-paru. Gua merasa baikan setelah ‘social media distancing‘ (menghindari baca sosmed) hari kedua di RS. Socmed itu ICU Raksasa. Runtuh mental semua orang kalau digempur berita COVID-19. Drop imunitas,” tulis Bima Arya seperti dikutip detik.com, pada Selasa (24/3/2020).

Pengakuan Walkot Bima itu dibenarkan Yane Ardian, sang isteri tercinta. Menurutnya, Bima Arya selama di ruang isolasi, jika membaca berita tentang Corona kondisinya langsung drop, sebaliknya jika tidak membaca  imunitas tubuhnya meningkat.

Menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat ketakutan atau stres didukung oleh artikel yang dimuat portal kesehatan halodoc.com berjudul ‘Éfek Panik Baca Berita Corona, Waspdalah Gejala Psikosomatis’, pada Kamis (26/3/2020), yang menulis bahwa wajar apabila seseorang yang merasa takut akibat banyak berita buruk terkait virus Corona. Seseorang yang panik dan takut, mungkin saja tubuhnya bakal merasakan sugesti yang mirip dengan gejala virus Corona seperti demam. Gangguan seperti ini disebut psikosomatis.

Baca Juga :   Presiden: Kinerja Ekonomi RI Kuartal I Masih Baik Dibanding Negara Lain

Artikel yang dikawal dr Rizal Fadli itu menyebut, gangguan psikosomatis terjadi ketika kecemasan dan rasa panik yang ada di pikiran, bereaksi terhadap tubuh. Ketakutan akan penyakit yang sedang marak akan membuat tubuh merasakan gejala dari penyakit tersebut. Keadaan mental seseorang dapat memengaruhi seberapa buruk gejala yang bakal timbul.

Terapi Mudah Tanpa Keluar Rumah

Ikhtiar menjaga kesehatan tubuh dan pikiran saat pandemi Virus Corona menjadi penting bagi semua orang. Terlebih di saat seseorang disarankan hanya berada di rumah dan tidak bersosialisasi secara fisik dengan teman, kerabat, famili atau bahkan orang tua yang tidak serumah.

Kondisi yang tentu tak mudah bagi sebagian orang yang keseharainnya terbiasa bersosialisasi. Kondisi yang justru berpeluang memunculkan stres, terlebih berbagai informasi yang tersebar di sosmed –sarana terakhir bersosialisasi saat physical distancing–  lebih banyak mengabarkan kengerian terkait perkembangan dan penyebaran virus Corona.

TERAPI TAPPING yang sejatinya pengobatan terhadap diri sendiri (self healing)  bakal efektif untuk menjaga dan mengobati pikiran dan perasaan dari rasa was-was, ketakutan, kengerian  dan berbagai pikiran negatif lainnya akibat pandemi virus Corona.

Berikut kesaksian Rita Nurandriyani Yusuf. seorang pengusaha apotek: “Wabah korona jujur membuat aku cemas, takut, khawatir, dll. Apalagi aku ada darting rasa ketakutan tertular sgt terasa. Tensi pasti bisa naik tiba-tiba dan aku juga harus keluar rumah seminggu 2x untuk mengontrol usaha keluarga, dan itu ketemu sama banyak orang.

Cuci tangan semprot disinfektan sudah dilakukan sehari-hari dan lebih rajin. Minum vitamin juga iya. Tapi rasa cemas, takut, dan khawatir selalu ada. Sempat gak bisa tidur dan merasa sesak (mungkin tensi naik), tapi dengan tapping yang aku pelajari sejak 8th yang lalu, semua itu teratasi.

Tiap kali rasa itu datang langsung tapping. Rasa cemas, takut, khàwatir tertular yang utama aku tapping dan berangsur-angsur berkurang. Daya tahan tubuhku pun meningkat.”

Kesaksian lain disampaikan RM Donny Surya M, pegiat budaya asal Solo, yang mengaku sangat terbantu dengan TERAPI TAPPING yang dipelajarinya: “Saya terutama sangat merasakan akhir-akhir ini saat adanya kejadian ini (pandemic Corona). Anxiety (gangguan kecemsan) saya sering timbul. Rasa cemas bahkan membuat sakit seperti asma dan mengi (susah nafas). Padahal kalau dicek saya gak apa-apa.

Terapi Tapping saya pakai, hilang semua dengan rata-rata 5 set up, terutama sebelum tidur. Tapi saya tetap harus puasa media sosial. Ini sekarang tinggal WA yang saya buka. Yang lain sementara saya close.”

Narinabari, warga Yogyakarta yang juga mempelajari TERAPI TAPPING, mengaku bahagia bisa membantu kesembuhan banyak orang. Narin saat ini bahkan melakukan terapi jarak jauh terhadap putranya yang dokter agar tidak stres saat ikut terlibat dalam penanganan penderita Corona.

Baca Juga :   Pertamina dan Hiswana Migas Salurkan Sembako ke Pekerja Nonformal Terdampak COVID-19

Tak hanya bermanfaat menjaga pikiran agar tak stres sehingga kekebalan tubuh turun, TERAPI TAPPING juga bisa mengatasi berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari keluhan-keluhan fisik seperti sakit kepala, lambung, salah urat, syaraf terjepit, dan lain-lain, juga bisa mengatasi berbagai persoalan emosi seperti stres, cemas, takut berlebihan, trauma, kecanduan merokok, dan lain-lain.

“Bahkan jika dilakukan secara intensif, bakal muncul sebuah fase baru dalam kehidupan. Anda akan ‘dilahirkan kembali(reborn) menjadi pribadi yang lebih positif, optimis, kreatif dan penuh dengan keberuntungan yang bisa mengubah hidup menjadi lebih baik dan berkualitas,” kata Yuyun Wardhana, trainer TERAPI TAPPING yang juga produser dan sutradara di sebuah production house dan mulai menekuni teknik self healing sejak 2008 akibat gangguan migren menahun.

Baca Juga :   SIG dan Satgas Bencana Nasional BUMN Jateng Bantu Alkes dan APD Senilai Rp 500 Juta

Pada saat muncul larangan berkerumun dan disarankan tetap di rumah, anda bisa belajar dan mengaplikasikan teknik TERAPI TAPPING melalui pelatihan online.  Yuyun Wardhana memberi harga khusus yang sangat terjangkau untuk training online ini. Jika dalam training reguler peserta harus menginvestasikan dana Rp 1.000.000 (satu juta rupiah), maka melalui training online, peserta cukup investasi Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah) saja. Anda bakal belajar melalui e-book, video tutorial dan bisa konsultasi langsung dengan Yuyun melalui Whatsapp.

Bekerjasama dengan redaksi penamerahputih.com, Yuyun Wardhana memberi diskon dari Rp 300.000 menjadi Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah), jika mendaftar melalui redaksi penamerahputih.com. Pendaftaran melalui WA 0853-1149-0789.

Info lebih lengkap silahkan simak tautan www.terapitapping.com  (gdn)