Jangan Abaikan Gejala Stroke atau Serangan Jantung Karena Takut Tertular Virus Corona

Mei 2, 2020

Hackensack University Medical Center mengeluarkan pasien virus corona ke-1.000, Dr. Karan Omidvari yang bekerja di sana. (hackensack meridian health)

Jakarta, PMP – Para ahli medis di Hackensack University Medical Center, New Jersey AS, memperingatkan semua orang agar tidak mengabaikan gejala stroke atau serangan jantung karena takut tertular virus corona atau COVID-19. Peringatan dikeluarkan karena terjadi peningkatan jumlah orang yang mengabaikan gejala stroke atau serangan jantung dan tidak segera dilarikan ke unit gawat darurat di rumah sakit.

Pada masa pandemi corona ini, banyak orang yang mulai merasakan gejala awal stroke atau jantung justru memilih tetap tinggal di rumah daripada mencari perawatan di unit gawat darurat. Begitu juga sikap keluarga penderita.

Akibatnya saat tiba di rumah sakit, penderita justru telah kehilangan waktu kritis untuk menerima perawatan yang bisa menyelamatkan jiwanya. Sebuah penelitian di Seattle menunjukkan, penerimaan pasien gawat darurat turun antara 10% dan 20% di enam rumah sakit besar pada bulan Februari dan Maret 2020.

“Gejala serangan jantung tidak boleh diabaikan,” kata Joseph Parrillo, MD, dokter spesialis jantung dan Kepala Rumah Sakit Jantung dan Vaskular di Pusat Medis Universitas Hackensack.

Menurut dokter Joseph, otot jantung mati ketika aliran darah dibatasi terlalu lama. “Jika anda terkena serangan jantung, ada sedikit waktu di mana para profesional medis dapat membuat jantung anda berdetak lagi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Martin Gizzi, MD, ahli saraf dan Direktur Program Penyakit Serebrovaskular. di Pusat Medis Universitas Hackensack, bahwa waktu sangatlah penting bagi pasien yang mengalami gejala stroke.

“Kami sering mengatakan waktu sangat penting untuk mencari perawatan segera mungkin, karena semakin lama otak anda tanpa oksigen, semakin tinggi peluang anda untuk cacat atau mengalami kematian ketika mengalami stroke,” katanya.

Berikut tanda-tanda atau gejala yang tidak boleh diabaikan. Pada penderita stroke adalah masalah keseimbangan, masalah pengelihatan, wajah terkulai, lengan terkulai, atau kesulitan berbicara. Sedangkan gejala serangan jantung di antaranya rasa tidak nyaman di dada seperti rasa tertekan, dada terasa sesak, atau nyeri. Juga  ketidaknyamanan di area lain tubuh bagian atas seperti lengan, punggung, leher, rahang atau perut. Juga munculnya  sesak napas, keringat dingin, mual, atau pusing. (gdn)