PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Wow

10 Perawat Nikah Massal, Lewati Masa Kritis Rawat Pasien Corona Wuhan

10 perawat RS Renji nikah massal setelah berhasil melewati masa kritis merawat ribuan pasien penderita corona di Wuhan. (tempo.co)

Jakarta, PMP – Setelah berhasil melewati masa kritis berjuang antara hidup dan mati merawat ribuan pasien penderita corona di Wuhan, sebanyak 10 perawat rumah sakit (RS) Renji Shanghai China menikah secara massal. Pernikahan yang diselenggarakan pihak RS Renji digelar di hotel bersejarah bintang lima di Shanghai, Waldorf Astoria Shanghai on the Bund.

Nikah massal 10 perawat ini dihadiri seluruh anggota keluarga dan teman dekat. Tentunya tetap dengan menerapkan jarak sosial atau social distancing.

“Alih-alih mengenakan gaun pengantin warna putih, hampir selama tiga bulan para pengantin wanita ini mengenakan seragam perawat. Mereka sekarang sudah kembali dengan selamat. Maka sangat penting bagi kami untuk menggelar upacara pernikahan ini buat mereka,” kata Xia Qiang, panitia pernikahan di RS Renji.

Baca Juga :   Ini Lima Tip Sehat Jalani Kebiasaan Baru

Hal yang mengharukan, pihak Hotel Waldorf Astoria Shanghai on the Bund turut memberikan hadiah bagi sepuluh pasangan pengantin yang mengikuti nikah massal, sebagai ungkapan terimakasih atas dedikasi mereka menyelamatkan pasien virus Corona di Wuhan.

Chen Mei, salah satu perawat RS Renji yang mengikuti nikah massal berkisah, dia memutuskan bergabung dalam tim kemanusiaan dan siap diterjunkan ke Wuhan yang diserang wabah corona. RS Renji sendiri berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Jiao Tong Shanghai.

Wu Xianbing (27), kekasih Chen Mei, mendukung dan sepakat menunda pernikahan mereka yang dijadwalkan digelar pada Festival Musim Semi. Mereka pun harus terpisah selama tiga bulan saat Chen bertugas di Wuhan. Chen kembali ke rumahnya di Shanghai pada pertengahan April lalu.

Baca Juga :   Apresiasi Insan Media, PTPN XI Gelar Pasar Murah

“Kami tahu itu berat, namun itu sesuatu yang baik untuk dilakukan,” kata Chen setelah menjalani karantina 14 hari dan dinyatakan bebas dari virus COVID-19, sebagaimana dilaporkan Asia One, pada 2 Mei 2020.(hps)