Rekor 689 Kasus Positif Baru Covid-19, Jangan Kaget Jika Pekan Depan Terjadi Lonjakan

Mei 14, 2020

Ilustrasi pemakaman jenazah pasien COVID-19 mengikuti protokol kesehatan. (antara)

Jakarta, PMP –  Tambahan 689 kasus positif baru virus corona pada Rabu (13/5/2020) merupakan penambahan tertinggi harian selama ini. BNPB berharap masyarakat tidak kaget jika pekan depan terjadi lonjakan kasus positif baru.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, sampai Rabu pukul 12.00 WIB, ada tambahan 689 kasus positif virus corona (COVID-19). Penambahan harian pada Rabu merupakan tertinggi, setelah sebelumnya terjadi pada Sabtu (9/5/2020) dengan 533 kasus baru.

“Kasus konfirmasi positif yang kita dapatkan hari ini bertambah 689 orang, sehingga totalnya 15.438 orang,” kata Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu sore.

Yuri menjelaskan, hasil konfirmasi kasus baru didapat dari pengujian 169.195 spesimen dengan menggunakan metode real-time Polymerase Chain Reaction (PCR) dan juga Tes Cepat Molekuler (TCM) yang dilakukan terhadap 123.572 orang.

Menurut Yurianto, tingkat kasus positif yang tinggi disebabkan banyak masyarakat tak disiplin untuk tetap berada di rumah dan menerapkan protokol kesehatan.

“Manakala kasus positif bertambah terus, artinya masyarakat belum sepenuhnya berdisiplin untuk menerapkan pencegahan penularan,” katanya.

Penambahan kasus terbanyak terjadi di wilayah DKI Jakarta yang mencapai 132 kasus positif dan Jawa Timur 103 kasus positif. Setelah itu Sulawesi Tenggara 81 kasus positif, kemudian Sulawesi Selatan 55 kasus positif dan Sumatera Selatan 43 kasus positif.

Sementara pasien corona yang sembuh per Rabu ada tambahan 224 orang, sehingga total pasien sembuh telah mencapai 3.287 atau 21,3 persen dari kasus positif. Lonjakan pasien sembuh pada Rabu merupakan tertinggi kedua setelah 5 Mei yang mencapai 243 orang. Sementara data pasien meninggal ada tambahan 21 jiwa sehingga total 1.028.

Baca juga: Rekor Tambahan 533 Kasus Baru COVID-19, Jatim Sumbang Tertinggi 135 Kasus

Lonjakan Pekan Depan

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap agar masyarakat tak kaget jika terjadi lonjakan jumlah pasien positif COVID-19 pada pekan depan.

Pelaksana tugas Deputi II BNPB Dody Ruswandi mengatakan, pihaknya memprediksi bakal ada lonjakan kasus baru pada pekan depan karena bakal dilakukan 40 ribu tes mulai akhir pekan ini.

“Nanti mungkin jangan kaget bapak ibu bahwa minggu depan itu akan cenderung banyak naiknya. Secara teknis memang harusnya itu, karena supaya kita bisa mempercepat selesainya COVID-19 ini,” kata Dody dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI yang berlangsung daring pada Selasa (12/5/2020).

Menurut Dody, kenaikan jumlah kasus tersebut seiring dengan penambahan tes COVID-19. Menurut Dody, Gugus Tugas Percepatan penanganan COVID-19 sedang meningkatkan kapasitas laboratorium maupun sumber daya manusia. Targetnya, kenaikan kapasitas pengecekan mulai akhir pekan ini.

Dody juga menyampaikan, jika tes secara masif berhasil, maka kurva puncak COVID-19 kemungkinan terjadi di awal Juni 2020. Setelah itu kurva COVID-19 bisa melandai ke bawah.(bim)