#DiRumahSaja Geser Kepadatan Trafik Data Ke Kawasan Residensial

Mei 15, 2020

Regional Brand Activation Smartfren, Ales Sheila Hadysara (kiri) dan Suleman Rerung, Regional Technical Leader East Java Bali Lombok, memaparkan pergeseran distribusi trafik data di kantor Smartfren, Surabaya, Jumat (15/5/2020).

 

Surabaya, PMP – Gerakan #DiRumahSaja yang diterapkan selama pandemi Covid-19 berdampak pada pergeseran perilaku pengguna data. Trafik penggunaan data yang sebelumnya tinggi  di kawasan perkotaan dan kampus, kini cenderung bergeser ke kawasan residensial (perumahan).

Regional Brand  Activation Smartfren, Ales Sheila Hadysara mengatakan selama pandemic, aktivitas pelanggan Smartfren tidak banyak berubah. Mulai dari kompetisi game online, Smartfren Community, kegiatan ngabuburit di bulan Ramadhan hingga peluncuran produk baru tetap dijalankan.

“Aktivtas divisi network tetap tinggi. Hanya saja penerapan work from home (WFH) dan learn from home (LFH) mengubah kantong kepadatan jaringan, dari kawasan perkotaan ke pinggiran atau kawasan padat pemukiman (perumahan),” kata Ales Sheila Hadysara saat persconf di kantor Smartfren Surabaya, Jumat (15/5/2020).

Menurut Ales turunnya trafik data di kawasan pusat kota karena banyak kantor dan sekolah yang tutup. Pelanggan lebih banyak beraktivitas di rumah. Perubahan perilaku pengguna data ini mendorong Smartfren untuk melakukan penyesuaian terutama pada jaringan (network). Ini mengingat kondisi seperti sekarang ini tidak ada yang tahu sampai kapan berakhir.

“Pandemi telah mengubah lifestyle, ada perubahan tren. Sebutlah pelanggan segmen pelajar yang semula banyak menggunakan voice kini cenderung pengguna data. Statistik menunjukkan ada peningkatan 10-15 persen. Begitu pula perubahan distribusi pelanggan (kastemer) data yang cukup tinggi di kawasan perumahan. Perubahan tren inilah yang diantisipasi Smartfren dalam menjaga network dan maintenanc operasional layanan pelanggan,” papar Suleman Rerung, Regional Technical Leader East Java Bali Lombok.

Suleman menjelaskan langkah antisipasi yang dilakukan Smartfren adalah  optimasi baik pada kapasitas BTS maupun transmisi linknya (jaringan pipa). Sektorisasi BTS dilakukan dengan mengalihkan ke kawasan yang trafiknya tinggi. Hingga kini optimasi sudah dilakukan pada 400 BTS dari 1000 BTS yang dibangun.

“Optimasi ini sekaligus untuk mengantisipasi lonjakan trafik menjelang Lebaran. Setidaknya ada penambahan kapasitas 15 persen. Begitu pula cover area di beberapa titik yang perlu ada penambahan , seperti dikawasan Tuban dan Bojonegoro yang sekarang tercatat menunjukkan lonjakan trafik data cukup tinggi,” katanya.

Selama pandemi penggunaan data tertinggi pada kanal YouTube, medsos dan  live streaming. Adanya perubahan tren pengguna data, Smartfren pun mengeluarkan produk yang disesuaikan dengan kondisi yang ada.

“Produk yang ditawarkan disesuaikan dengan kondisi pelanggan sekarang ini. Misalnya untuk kebutuhan pelajar, produk yang ditawarkan tidak ribet dan hemat tarif. Tak perlu kuota terlalu besar namun dengan masa aktif yang lebih panjang dan banyak bonus,” pungkas Ales. (hps)