Konsumsi Semen Turun, Pendapatan Semen Indonesia Justru Naik Jadi Rp 8,58 Triliun

Mei 15, 2020

Fasilitas Packing Plant SIG di Mamuju, Sulawesi Barat. (Humas SIG)

Surabaya, PMP – Meski konsumsi semen nasional turun, pendapatan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk  atau Semen Indonesia Group (SIG) periode Januari-Maret (1Q20), justru naik menjadi Rp 8,58 triliun atau 5,57% dibanding periode sama 2019 sebesar Rp 8,13 triliun.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen nasional pada Triwulan I tahun 2020 adalah sebesar 14,90 juta ton, atau turun 4,91% dibandingkan periode sama 2019.

Meski tidak ada sektor usaha yang terbebas dari dampak pandemi  Corona, SIG ternyata mampu menjaga kinerja penjualan secara optimal.

Baca juga: Penjualan Domestik dan Ekspor SIG Tetap Meningkat di Masa Pandemi Corona

“Peningkatan kinerja Perseroan merupakan hasil dari berbagai langkah sinergi dan efisiensi yang terus dilakukan sejak tahun 2018 lalu,” kata Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso, saat mengumumkan Kinerja Keuangan Perseroan periode Januari hingga Maret 2020, pada Jumat (15/5/2020).

Menurut Hendi, SIG bakal terus menjaga kinerja profitabilitas melalui berbagai inisiatif cost transformation, serta pengembangan bisnis bahan bangunan yang bernilai tambah.

Baca juga: Kenapa Semen Rembang Begitu Menakutkan Bagi Semen Asing?

Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp 446 miliar, atau naik 66,52% dibandingkan periode sama 2019 sebesar Rp 268 miliar. Sedangkan beban pokok pendapatan Rp 5,88 triliun, atau turun 0,64% dibandingkan periode sama 2019 sebesar Rp 5,91 triliun.

Penjualan SIG di pasar nasional mencapai 7,87 juta ton atau meningkat 4,71% dibandingkan triwulan I tahun 2019. Perseroan juga menggenjot penjualan di kawasan regional dengan total ekspor dari Indonesia mencapai 1,02 juta ton, atau tumbuh 23,2% dibandingkan periode sama 2019.

Secara konsolidasi, penjualan domestik dan ekspor SIG termasuk TLCC Vietnam pada periode Januari hingga Maret 2020 mencapai 9,37 juta ton atau naik 7,04% dibanding periode sama tahun lalu 8,75 juta ton.(hps)