PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

Perajin Tas Binaan Pertamina Produksi Masker Beromzet Ratusan Juta

 

Salah satu karyawan UKM Jocce, mitra binaan Pertamina MOR V menjahit masker kain.

Surabaya, PMP – Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dituntut kreatif dalam menghadapi tekanan ekonomi dampak wabah Covid-19. Mereka berupaya agar tetap bisa berproduksi sehingga tidak merumahkan para karyawan.

Sepinya pembeli tak membuat Ali dan Chaulah, pemilik usaha Jocce, pengrajin sepatu dan tas kulit dari Sidoarjo berdiam diri. Mereka menangkap peluang usaha yang kini sedang naik daun, yakni memproduksi masker kain.

Sejak pertengahan Maret 2020, masker kain produksi Jocce menjadi solusi juga bagi masyarakat untuk mematuhi anjuran Pemerintah. Berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, selaku BUMN pembina, lini usaha tambahan ini pun mulai dijalankan.

Baca Juga :   Geliat UKM Sokong Warga Perak Utara Makin Tangguh

Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji menyampaikan dukungan Pertamina terhadap keberlangsungan industri UMKM, sekaligus memenuhi kebutuhan tingginya permintaan alat pelindung diri (APD) dan masker kain yang berbanding terbalik dengan minimnya ketersediaan di pasaran.

“Kami memesan bantuan APD dan masker kain ini dari UMKM binaan Program CSR dan Program Kemitraan. Harapannya dapat memberdayakan UMKM yang juga terdampak secara ekonomi selama wabah COVID-19 ini. UMKM yang sebelumnya bergerak di bidang konveksi, kami ajak untuk ikut berperan dalam penanganan penyebaran COVID-19,” kata Rustam melalui pernyataan tertulisnya, Sabtu (16/5/2020).

Kelayakan APD berupa baju hazmat hasil produksi UMKM ini pun telah dikonsultasikan dengan bahan dan desainnya dengan fungsi medical. Begitu juga pembuatan masker kain yang dibuat dua lapis sesuai rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, sehingga dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh protokol kesehatan.

Baca Juga :   Peduli Nakes, Pertamina Serahkan RAISA ke RSI Surabaya

Ali menceritakan sebelum ada permintaan dari Pertamina untuk mulai mencoba memproduksi APD, ia sudah mempersiapkan skenario terburuk dengan merumahkan para pekerjanya dan mengembalikan ke kampung halamannya masing-masing. “Karena sudah hampir tidak mungkin lagi untuk berjualan, sehingga sepintas sudah mulai memikirkan rencana tersebut,” ceritanya.

Namun, niat itu ia urungkan karena adanya pesanan masker kain, salah satunya dari Pertamina. “Alhamdulillah, dibantu oleh pihak Pertamina dengan adanya pesanan masker, yang sebenarnya juga bukan merupakan lini bisnis kami. Sehingga kami perlu belajar terlebih dahulu sebelum berani memproduksi secara massal,” ujarnya.

Kini produksi maskernya mencapai 20.000 unit per bulan. Ali merasa lega selain bisa meraih omzet yang lumayan juga tetap memekerjakan para karyawannya.

Baca Juga :   Pertamina dan Hiswana Migas Salurkan Sembako ke Pekerja Nonformal Terdampak COVID-19

“Dari hasil penjualan masker ini pula, saya bisa menggaji karyawan-karyawan disini dan tidak merumahkan mereka,” kata Ali.

Selama dua bulan ini, omzet usaha UKM Jocce mencapai Rp 350 juta. Masker-masker yang dihasilkan oleh Mitra Binaan Pertamina tersebut dibeli oleh Pertamina untuk dibagikan ke masyarakat, melalui Program Pertamina Peduli Penanggulangan COVID-19. (hps)