Perkuat Pasar Tak Terdampak Corona, Penjualan SIG Naik 5,05 Persen

Mei 21, 2020

Surabaya, PMP – PT Semen Indonesia Group Tbk (SMGR) berhasil mencatat kinerja positif di tengah pandemi COVID-19.  Sepanjang Januari-April 2020  total penjualan Semen Indonesia Group (SIG) mencapai 11,75 juta ton atau naik 5,05 persen dari periode yang sama 2019 sebesar 11.19 juta ton.

Dari total penjualan Januari – April 2020 tersebut , untuk penjualan ekspor  mencapai 1,46 juta ton atau naik 26,65 persen dibanding periode yang sama 2019 sebesar 1,15 juta ton. Sementara penjualan domestik mencapai 10,29 juta ton atau tumbuh 2,56 persen dari periode yang sama 2019 sebesar 10,03 juta ton.

“Alhamdulillah Semen Indonesia masih bisa mempertahankan kinerja di tengah wabah COVID-19,” kata Kepala Departemen Komunikasi PT Semen Indonesia Group Tbk, Sigit Wahono dalam Ngabuburit Online bersama Jurnalis, Rabu (20/5/2020).

Sigit menjelaskan dalam kondisi pandemi seperti ini perusahaan mulai mengalihkan penjualan ekspor dari wilayah yang terdampak pandemi seperti dari Tiongkok ke sejumlah negara di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia Oceania. “Sekarang kita ekspor ke Filipina, Malaysia, dan Taiwan. Biasanya ke Tiongkok, kita alihkan ke Asia Selatan dan wilayah lain,” imbuhnya.

Hal yang sama juga terjadi pada penjualan pasar domestik. Perusahaan memfokuskan penjualan di luar area yang tidak terkena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti di Sumatera dan Indonesia Timur.

“Proyek di Pulau Jawa banyak berkurang sebagai dampak COVID-19. Karenannya kita alihkan ke market yang masih tumbuh. Seperti di Pulau Sumatera yang justru meningkat dan kawasan Indonesia timur, ” kata Sigit.

Alhasil, strategi tersebut mampu mendongkrak kinerja SIG di atas rata-rata industri semen nasional. Tercatat total penjualan semen nasional pada Januari-April 2020 mengalami penurunan 5,2 persen atau menjadi  21,39 juta ton dari periode yang sama 2019 sebesar 22,57 juta ton.

Dari total jumlah itu, penjualan domestik mencapai 19,42 juta ton atau turun 5,2 persen dari 20,49 juta ton. Sementara ekspor 1,97 juta ton atau turun 5,06 persen dari peridoe sama tahun lalu sebesar 2,08 juta ton.

Sigit mengakui pandemi Covid-19 berdampak pada perusahaan. Terutama selama bulan puasa dan pascalebaran ini akan ada penurunan.

“Kita melihat hingga Juli ini bisa jadi ada dampaknya. Oleh karenanya SIG akan lebih berhati-hati terutama dalam menjaga cashflow, karena itu  penting bagi kelangsungan sebuah bisnis. Salah satu upaya perusahaan akan mengalihkan pasar-pasar yang tidak terkena dampak baik ekspor maupun domestik. Harapannya di semester kedua, akan ada kenaikan sehingga pencapaian akhir tahun tak terlalu jauh melakukan revisi dari target,” katanya. (hps)