PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Polkam

Lady Gaga Sebut Trump Rasis Bodoh, Meski Wanita Kulit Putih Dia Dukung Kulit Hitam

Lady Gaga vs Trump
Lady Gaga. (Justin Sullivan/Getty Images)

Jakarta, PMP – Penyanyi fenomenal Lady Gaga (34) menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai rasis dan bodoh. Gaga marah atas kematian warga kulit hitam George Floyd oleh empat polisi kulit putih Minneapolis yang memicu unjuk rasa antirasis yang berakhir kerusuhan di 40 kota di AS.

Gaga yang pernah memenangi sembilan Grammy Awards, tiga Brit Awards, sebuah Golden Globe Award, 13 MTV Video Music Awards dan beberapa Guiness World Records, mengekspresikan kemarahan melalui akun instagramnya yang memiliki 42 juta followers, pada Minggu (31/5/2020).

“Kami sudah lama tahu bahwa Presiden Trump telah gagal. Dia memegang jabatan paling kuat di dunia, namun tidak menawarkan apa-apa selain ketidaktahuan dan prasangka, sementara kehidupan warga kulit hitam terus diambil,” tulis Gaga.

Baca Juga :   Gedung Putih Siaga Merah Dirangsek Pendemo Antirasis, Trump Dievakuasi ke Bungker

Selanjutnya pemilik nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu tak mampu menutupi kegusarannya,

“Kami tahu ia (Trump) bodoh dan rasis, sejak ia menjabat. Dia mendorong sistem yang sudah berakar pada rasisme dan aktivitas rasis. Dan kita semua bisa melihat apa yang sekarang terjadi,” lanjut pendukung Hilary Clinton asal Partai Demokrat yang merupakan rival Trump pada Pilpres AS 2016 itu.

Baca juga: Gedung Putih Siaga Merah Dirangsek Pendemo Antirasis, Trump Dievakuasi ke Bungker

Lady Gaga yang dijuluki Mother Monster karena aksi kontroversialnya, baru saja merilis album terbaru berjudul Chromatica pada Jumat, 29 Mei 2020. Namun ia memutuskan menunda pesra rilis album begitu melihat meletupnya berbagai unjuk rasa antirasis yang berujung kerusuhan.

Baca Juga :   Kepolisian Minneapolis AS Bakal Dibubarkan, Buntut Kematian George Floyd

Menurut Gaga, suara-suara dari komunitas kulit hitam sudah terlalu lama dibungkam dan keheningan itu terbukti mematikan. Berbagai protes yang dilakukan warga kulit hitam harus menghadapi para pemimpin yang tak memiliki belas kasihan.

“Saya sangat marah atas kematian George Floyd. Sudah terlalu banyak warga kulit hitam telah diambil nyawanya selama ratusan tahun, di negara kita ini sebagai akibat dari rasisme sistemik dan sistem korup yang mendukungnya,” ungkap Gaga.

Dia pun mengungkapkan empatinya.

“Sebagai wanita kulit putih, saya bersumpah untuk mendukung itu. Kami, sebagai komunitas yang istimewa, belum melakukan cukup untuk memerangi rasisme dan membela orang-orang yang terbunuh karenanya. Ini bukan keadilan,” ujar Gaga yang lahir di Rumah Sakit Lenox Hill, New York, AS.

Baca Juga :   Anjing Galak Trump dan Rasisme yang Menginstitusi

“Kami harus menunjukkan cinta kami kepada komunitas kulit hitam,” lanjutnya.

Gaga pun mengajak para penggemarnya untuk bersuara terhadap penindasan berbau rasis di negeri Paman Sam.(bim)