Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei: AS Jatuh ke Aib Akibat Perilaku Sendiri  

Juni 4, 2020

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Hosseini Khamenei. (istimewa)

Jakarta, PMP – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Hosseini Khamenei, menyebut Amerika Serikat sedang jatuh ke aib pascakematian George Floyd. Tindak rasial empat polisi kulit putih terhadap Floyd yang berkulit hitam tak lain gambaran bagaimana brutalnya negara pimpinan Donald Trump terhadap bangsa lain.

“Inilah yang telah dilakukan orang Amerika ke negara-negara yang telah mereka invasi seperti Afghanistan, Suriah, Irak dan Vietnam,” kata Ali Khamenei (80) seperti dikutip Mehr News, Rabu (3/6/2020).

Oleh sebab itu, Khamenei yang menjadi menjadi salah satu seteru utama Donald Trump saat ini, menyebut apa yang terjadi di AS adalah penampakan kebenaran yang selama ini disembunyikan.

“Apa yang dilihat hari ini adalah penampakan kebenaran yang selalu disembunyikan. Ini adalah lumpur yang tersisa di kedalaman kolam yang sekarang muncul ke permukaan,” kata Khamenei yang pernah menjabat Presiden Republik Islam Iran periode 1981-1989.

Baca juga: Anjing Galak Trump dan Rasisme yang Menginstitusi

Menurut Khameini, para pengunjuk rasa yang mengusung isu ‘Black Lives Matter’ atau ‘Nyawa orang kulit hitam itu penting’,  tak hanya simbol protes tindak rasial, tapi juga merupakan ungkapan bangsa-bangsa di dunia yang telah ditindas Amerika Serikat.

“Amerika jatuh ke dalam aib karena perilaku mereka sendiri,” paparnya.

Khamenei juga menyorot sikap para pejabat Negeri Paman Sam yang disebutnya munafik. Mereka seolah mendukung Hak Asasi Manusia, namun terus melakukan kejahatan pada bangsa lain.(bim)