Konsumsi BBM & LPG Masa Transisi Meningkat, Pertamina Pastikan Distribusi Aman

Juni 21, 2020

Surabaya, PMP – PT Pertamina (Persero) memastikan suplai energi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) tetap tersedia bagi masyarakat. Konsumsi BBM di wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, Sidoarjo) pada 10 (sepuluh) hari PSBB Transisi menunjukkan kecenderungan tren naik.

“Rata-rata harian konsumsi BBM jenis Gasoline di wilayah Surabaya Raya sampai Sabtu kemarin meningkat 19 persen dibandingkan rerata konsumsi selama masa PSBB,” kata Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, Rustam Aji, di Surabaya, Minggu (21/6/2020).

Menurut Rustam, konsumsi tercatat 2.500 Kilo Liter (KL) per hari dibandingkan Mei 2.100 KL per hari.

“Hal ini menjadi indikasi sebagian masyarakat sudah kembali beraktivitas di luar rumah,” katanya.

Rustam menambahkan, berdasarkan penugasan pemerintah, Pertamina masih menyalurkan dan menyediakan Premium, juga BBM Umum yang meliputi Perta Series (Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo)  yang termasuk bahan bakar jenis gasoline.

Sementara konsumsi BBM jenis gasoil (Biosolar dan Dex Series) di wilayah Surabaya Raya bahkan meningkat lebih besar yakni 36%. Jumlah konsumsi sepuluh hari terakhir sebanyak 1.300 KL per hari, dibandingkan rerata konsumsi masa PSBB yang 960 KL per hari.

Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Menurut Rustam, masyarakat tak perlu khawatir akan ketersediaan BBM dalam beraktivitas menyambut kondisi kenormalan baru. Pertamina menyarankan tetap membeli BBM dalam jumlah wajar sesuai peruntukkannya. Termasuk mulai beralih ke bahan bakar yang lebih berkualitas dan lebih ramah lingkungan.

Begitu juga LPG, supply -nya pun dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Konsumsi LPG di sektor rumah tangga pada masa tatanan normal baru pada masa pandemi ini tercatat lebih dari 860 Metrik Ton (MT) per hari, atau meningkat sebesar 12% dari rerata konsumsi masa PSBB sebesar 770 MT per hari,” katanya.

Terkait mulai meningkatnya aktivitas luar rumah di masa kenormalan baru, Pertamina terus menerapkan standar protokol pencegahan COVID-19 di SPBU. Operator diwajibkan menggunakan pelindung wajah, mengatur posisi berdiri ketika mengisi BBM dalam jarak minimal satu meter.

Kontak fisik dengan konsumen juga diminimalisir guna mengurangi potensi penularan COVID-19. Salah satunya mempersiapkan mekanisme pembayaran non-tunai, melalui aplikasi MyPertamina. Terdapat 152 SPBU di Surabaya Raya yang sudah menyediakan layanan non-tunai.

Guna memperluas penggunaan non-tunai, Pertamina memperpanjang program cashback 30% atau maksimal Rp 20 ribu bagi konsumen Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex hingga 31 Juli. Program cashback 50 persen bagi pengemudi ojek online dan angkutan kota pun masih berlaku.(hps)