Pertamina Gencarkan Transaksi Non-Tunai di SPBU, Hambat Penyebaran COVID-19

Juni 23, 2020

Surabaya, PMP – Pertamina gencarkan transaksi non-tunai di SPBU untuk meminimalisir penyebaran COVID-19. Kenyamanan dan keamanan pelanggan dalam bertransaksi tetap mendapat perhatian khusus dari Pertamina.

“Sesuai protokol, setiap operator dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, face shield dan sarung tangan. Hal ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan dari paparan virus pada saat bertransaksi di SPBU,” kata Rustam Aji, Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, Selasa (23/6/2020).

Lebih dari itu, Pertamina juga berupaya memberikan kenyamanan ekstra bagi pelanggan dengan memanfaatkan aplikasi MyPertamina dalam bertransaksi. Semenjak diluncurkan tahun 2017, aplikasi MyPertamina telah memberi kenyamanan dan kemudahan bagi pelanggan dengan berbagai fitur dan layanan yang diusungnya.

Kini transaksi non-tunai menjadi salah satu fitur unggulan MyPertamina mengingat penggunaan benda-benda yang disentuh banyak orang, seperti uang tunai baik kertas atau logam, terus dikurangi. Maklum, COVID-19 bisa berpindah dari tangan satu orang ke orang lain melalui uang tunai.

“Apalagi adanya regulasi dari pemerintah daerah, contohnya Peraturan Walikota Surabaya Nomor 28 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi COVID-19 di Kota Surabaya menyebutkan agar transaksi jual beli dilakukan secara non-tunai,” tambah Rustam.

Sebanyak 152 SPBU di Surabaya Raya sudah terkoneksi dengan aplikasi MyPertamina dan siap melayani transaksi pembelian BBM dan LPG pelanggan secara non-tunai.

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, sejak sebelum masa pandemi juga terus menggalakan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Sebab pembayaran Non-Tunai dipercaya sebagai metode transaksi keuangan yang mudah, aman dan efisien.

Pertamina Delivery Service

Beragam promo bagi pelanggan senantiasa hadir dalam aplikasi MyPertamina. Salah satunya cashback untuk pembelian produk-produk tertentu sesuai syarat dan ketentuan.

“Pertamina memberikan cashback 50%  bagi pengemudi ojek online yang membeli Pertalite, 50% untuk pembelian Pertalite dan Dexlite untuk pengemudi angkutan kota, serta cashback 30% bagi masyarakat umum yang membeli Pertamax Series dan Pertamina Dex,” ujar Rustam.

Dedi (38 thn), warga Kecamatan Wonocolo Surabaya yang biasa mengisi bahan bakar di SPBU Jl Jemursari mengaku aplikasi MyPertamina menjadi andalannya untuk melakukan pembelian bahan bakar.

“Saya sudah lama punya aplikasi MyPertamina dan saya beberapa kali berhasil mendapatkan cash back saldo LinkAja yang diberikan dari Pertamina. Aplikasi ini sekarang saya pakai untuk menghindari pemakaian uang tunai,” ujarnya.

Melalui aplikasi MyPertamina, pelanggan juga dapat memanfaatkan kemudahan dalam bertransaksi pembelian BBM dan LPG dari rumah. MyPertamina sudah terkoneksi dengan Pertamina Delivery Service (PDS) yang semenjak masa pandemi menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan energi masyarakat tanpa harus beranjak dari rumah.

“Pelanggan dapat memesan produk BBM Perta Series dan LPG Brightgas yang dibutuhkan melalui aplikasi MyPertamina yang sudah diunduh. Kemudian mengisi informasi lokasi pengiriman dan armada PDS akan membawakan pesanan pelanggan langsung ke rumah. Pembayarannya pun dilakukan secara nontunai melalui aplikasi,” pungkas Rustam.(hps)