Jaga Lingkungan, PJB Uji Coba Co-Firing Dua PLTU

Juni 30, 2020

Surabaya, PMP – PT PJB berinovasi dalam menjaga keberadaan lingkungan dengan mengimplementasikan co-firing di dua PLTU. Langkah tersebut sebagai bagian tuntunan pengelolaan pembangkit ketenagalistrikan.

Dua PLTU yang diujicobakan co-firing masing masing di PLTU Anggrek, Gorontalo pada tanggal 11 Juni 2020 serta PLTU Tenayan, Pekanbaru pada tanggal 20 – 21 Juni 2020.

“Co-firing PLTU adalah sebuah teknologi substitusi batubara dengan bahan bakar energi terbarukan pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan,” kata  Direktur Utama PT PJB Iwan Agung, Senin (29/6/2020).

Pada PLTU Anggrek, digunakan wood chip sebagai campuran bahan bakar batu bara. Wood chip dinilai memiliki kalor yang cukup sebagai bahan bakar pendamping. Berasal dari kayu lamtoro, wood chip yang diujicobakan pada PLTU Anggrek mencapai 5 ton wood chip.

Uji coba yang dilaksanakan pada PLTU Tenayan menggunakan campuran sawdust brown fiber sebesar 1 % dan dioperasikan selama 8 jam. Dari uji coba yang dilakukan, didapatkan hasil pengunaan biomassa sawdust brown fiber  yang lebih efisien daripada penggunaan biomassa sebelumnya yang menggunakan cangkang kelapa sawit. Sisi operasional juga berjalan dengan lancer dan tanpa hambatan.

PLTU Tenayan menjadi PLTU pertama di Indonesia yang diujicobakan menggunakan 2 jenis biomassa yang berbeda. Sebelumnya, PLTU Tenayan yang memiliki kapasitas 2 x 110 MW ini pernah mengujibacobakan co-firing menggunakan biomassa cangkang kelapa sawit pada tanggal 27 – 31 Januari 2020.

Implementasi co-firing di seluruh PLTU di Indonesia merupakan langkah nyata di dunia energi ketenegalistrikan untuk tetap berkomitmen menjaga lingkungan tetap asri.  Selain itu, co-firing juga menjadi jawaban untuk menggapai target Bauran Energi Nasional untuk EBT 23% pada tahun 2025.

“Kami optimis, sebagai pionir dalam co-firing, PT PJB dapat dengan sukses mengimplementasikan co-firing di seluruh PLTU di Indonesia agar bumi nusantara dapat lebih terjaga dan lingkungan lebih hijau,” kata Iwan Agung. (hps)