Presiden Bolivia Jeanine Anez dan Tujuh Menteri Positif COVID-19, Ganggu Persiapan Pemilu

Juli 10, 2020
Presiden Bolivia Positif COVID-19

Presiden Bolivia Jeanine Anez. (REUTERS/Luisa Gonzalez)

Jakarta, PMP –  Presiden Bolivia Jeanine Anez (53) dan setidaknya tujuh menteri, termasuk menteri kesehatan, dinyatakan positif COVID-19. Anez mengaku melakukan tes setelah beberapa timnya jatuh sakit.

“Saya merasa sehat, saya merasa kuat, saya akan terus bekerja dari isolasi dan saya ingin berterima kasih kepada semua warga Bolivia yang bekerja untuk membantu kami dalam krisis kesehatan ini,” kata Presiden Anez seperti dikutip Reuters, Jumat (10/7/2020).

Pemerintah Bolivia pun mengonfirmasi setidaknya tujuh menteri, termasuk menteri kesehatan, telah dinyatakan positif COVID-19 dan sedang menjalani perawatan atau memulihkan diri di rumah.

Bolivia dengan penduduk lebih dari 11,5 juta telah melaporkan lebih dari 42.000 kasus positif COVID-19 dan 1.500 kematian.

Baca juga: Presiden Brasil Positif COVID-19, Pernah Sesumbar Tak Bakal Tumbang oleh Flu

Pemilu Transisi Demokrasi

Sakitnya Presiden Anez tentu sedikit mengganggu recana pelaksanaan Pemilu Bolivia yang dijadwalkan 6 September mendatang, setelah ditunda dari Mei akibat pandemi virus Corona.

Jeanine Anez yang merupakan presiden transisi yang menggantikan Evo Morales pada 12 November 2019, sangat diharapkan menjadi presiden yang bakal mengantar rakyat Bolivia menuju pelaksanaan Pemilu yang jurdil.

Anez yang pengacara dan senator di kongres dari partai oposisi pemerintahan Presiden Evo Morales, naik menjadi presiden setelah meletup gejolak politik pada Oktober 2019 akibat sengketa hasil Pemilu. Kemenangan Presiden Morales yang petahana diprotes rakyat hingga berujung kejatuhannya.

Kini, Presiden Anez yang awalnya mengatakan tidak akan mencalonkan diri untuk jabatan presiden penuh, telah meralat dan menyatakan bakal maju pada Pemilu mendatang.

Sakitnya Anez mengundang simpati Jorge Tuto Quiroga (59), kandidat kuat pesaingnya di Pemilu mendatang. Quiroga merupakan mantan Presiden Bolivia periode 2001-2002 yang mencalonkan diri kembali. 

“Anez sangat diperlukan untuk selalu berada dalam kesehatan penuh dan bekerja menuju transisi demokrasi,” ujar Quiroga.

Anez sendiri tampaknya tetap semangat dan terus berusaha membesarkan hati rakyat Bolivia.

“Bersama-sama, kita akan keluar dari pandemi ini,” katanya.(bim