Aplikasi Super Bagikan 750 Paket Sembako Buat Warga Jatim Terdampak COVID-19

Juli 13, 2020

Surabaya, PMP – Aplikasi Super untuk kedua kalinya membagi bantuan bagi warga Jatim yang terdampak pandemi COVID-19. Kali ini bantuan berupa 750 paket sembako.

“Bantuan tahap kedua ini diserahkan kepada warga di lima wilayah di Surabaya, yaitu Dupak Jaya, Pacar Keling, Pacar Kembang, Kelurahan Darmo dan Manukan,” kata Head of Retail and Marketing Aplikasi Super, Aimi Jelita Simpuno, pada Senin (13/7/2020).

Menurut Aimi, di lima wilayah tersebut sebagian besar warga merupakan pedagang kaki lima yang penghasilannya menurun drastis di masa pandemi COVID-19.

Paket sembako yang dibagikan terdiri dari 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 5 pcs mie instan, 10 pcs kopi, 1 kg gula pasir dan masker kain. Sementara bantuan tahap pertama pada Mei lalu, Aplikasi Super sudah menyalurkan 700 paket sembako sehingga total 1.450 paket.

“Bantuan kali ini terkumpul melalui www.sembakountuksedulur.com yang diinisiasi Aplikasi Super. Selain itu kami juga menggandeng dua platform crowdfunding BenihBaik.com dan wecare.id untuk menggalang donasi. Total berhasil terkumpul donasi Rp 75 juta,” papar Aimi.

Adapun penerima bantuan ditentukan berdasarkan data yang diberikan RT dan RW agar tepat sasaran.

Sumadi, Ketua RW 9, Kelurahan Pacar Kembang, mengucapkan terima kasih atas bantuan Aplikasi Super pada warganya.

“Bantuan dari Aplikasi Super melalui Sembako untuk Sedulur ini memberikan harapan bahwa masih banyak pihak yang peduli kepada kami,” ujar Sumadi.

Hal senada disampaikan M Ridwan, warga RW II Manukan Kulon.

“Terima kasih sudah membantu kami. Selama pandemi ini kerja dibatasi karena PSBB sehingga penghasilan kami sangat berkurang,” katanya.

Aplikasi Super merupakan aplikasi social commerce yang menjual produk sembako dengan harga terjangkau yang ditujukan untuk toko grosir atau kelontong dan agen. Aplikasi ini hadir guna mengefisienkan rantai pasokan kebutuhan pokok, memberi kesetaraan distribusi dan meningkatkan ekonomi masyarakat di kota dan pedesaan di Indonesia.(hps)