Militer Indonesia Terkuat di Asia Tenggara, Terkuat 16 Dunia

Juli 21, 2020
TNI AU

Defile pesawat tempur TNI AU (Foto: Dok Dispenau)

Jakarta, PMP – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi militer terkuat di Asia Tenggara dan terkuat ke-16 di dunia dari 138 negara berdasarkan Peringkat Kekuatan Militer Tahun 2020 atau ‘2020 Military Strength Rangking’.

Peringkat Kekuatan Militer 2020 dirilis Global Firepower (GFP), situs yang merilis analisa kekuatan militer negara-negara di dunia sejak tahun 2006. Peringkat GFP disusun berdasarkan kemampuan setiap negara untuk melakukan perang baik di darat, laut, maupun udara, tanpa memasukkan persenjataan nuklir.

GFP menganalisa kekuatan militer 138 negara berdasarkan 50 faktor untuk menentukan skor Power Index. Contohnya faktor jumlah personel militer, anggaran militer, jumlah peralatan militer, hingga kemampuan logistik, atau luas geografi. Semakin kecil skor yang diperoleh, semakin kuat kemampuan tempur militer negara tersebut.

Menhan dan Panglima TNI

Menhan Prabowo Subianto dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.(Dok Puspen TNI)

Pada tahun 2020, militer Indonesia terkuat ke-16 dari 138 negara di dunia dengan skor 0,2544. Sementara tiga besar militer terkuat adalah AS dengan skor 0,0606, Rusia 0,068, diikuti China 0,0691.

Menurut GFP, Indonesia memiliki 800 ribu personel militer dari total jumlah penduduk 262.787.403 orang. Total persenjataan udara 462, di antaranya 41 pesawat tempur, 177 helikopter, juga 16 helikopter tempur.

Sementara kekuatan darat di antaranya  313 tank dan 1.178 kendaraan lapis baja. Sedangkan kekuatan laut di antaranya kapal perang terdiri dari 24 korvet dan 7 frigat, 156 kapal patroli, juga 5 kapal selam.

Marinir

Pasukan Marinir. (FB Pendidikan Komando Marinir)

Menurut GPF anggaran militer Indonesia US$ 7,6 juta atau sekitar Rp 110,2 triliun.

Hal yang membanggakan, militer Indonesia terkuat di Asia Tenggara diikuti Vietnam di peringkat 22 dengan skor 0,3599, Thailand 23, Myanmar 35, Malaysia 44, Filipina 48, Singapura 51, Kamboja 107, serta Laos 131.

Pada tahun 2020, Kementerian Pertahanan yang dipimpin Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Prabowo Subianto mendapat kucuran anggaran Rp 126,5 triliun dari APBN 2020. Menhan Prabowo menyatakan anggaran tersebut bakal difokuskan untuk memperkuat dan memodernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI.

Maung Pindad

Kendaraan Taktis Maung produksi PT Pindad. (Twitter Pindad)

Pada Kamis pekan lalu (16/7/2020), Menhan Prabowo Subianto mengabarkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) memesan 500 Maung atau kendaraan taktis militer 4×4 buatan PT Pindad.

“Kita berharap Oktober (HUT TNI 1 Oktober) sudah selesai,” kata Prabowo saat dikonfirmasi wartawan di Gedung DPR, Jakarta. Keberadaan 500 Maung tentu bakal makin memperkuat Alustsista TNI ke depan.(bim)