Pesta Miras Oplosan Hand Sanitizer, 10 Orang Tewas di India

Agustus 2, 2020

Cairan hand sanitizer.(ilustrasi)

Jakarta, PMP – Gara-gara toko penjual miras tutup akibat kebijakan lockdown, sebanyak 10 warga Kota Kurichedu, Negara Bagian Andhra Pradesh, India, tewas setelah nekad menenggak miras yang dibuat dengan mengoplos cairan hand sanitizer.

“Mereka kehilangan kesadaran setelah menenggak miras oplosan dengan mencampur cairan hand sanitizer dalam dosis tinggi dengan minuman bersoda,” kata Kepala Kepolisian Kurichedu, Siddharth Kaushal, seperti dikutip AFP, Jumat (31/8/2020).

Para korban yang mayoritas pecandu alkohol itu sempat dilarikan ke rumah sakit. The Indian Express melaporkan, tujuh orang meninggal pada Jumat pagi, sementara tiga lainnya meninggal setelah dua hari dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Darsi dengan keluhan sakit perut dan muntah-muntah.

Menurut Kaushal, para korban nekad mengoplos cairan hand sanitizer karena kesulitan mendapatkan minuman beralkohol. Toko-toko penjual miras langganan mereka tutup akibat kebijakan lockdown di masa pandemi COVID-19.

Namun para pecandu ini tak kurang akal. Guna memberi efek alkohol yang memabukkan, mereka pun berinisiatf mengoplos cairan hand sanitizer dengan minuman bersoda.

“Alkohol tidak tersedia karena lockdown, tapi hand sanitizer mudah didapat,” kata Kaushal.

Kini, pihak kepolisian sedang menganalisa cairan hand sanitizer yang dijadikan bahan oplosan miras tersebut.

“Kami sedang menginvestigasi apakah hand sanitizer mengandung bahan berbahaya lain atau tidak,” kata Kaushal.

Pemerintah India sendiri secara bertahap telah mulai membuka sektor perekenomian guna mencegah kehancuran ekonomi, meski sebagian wilayah masih diterapkan lockdown karena tingginya kasus COVID-19.

Jumlah kematian akibat COVID-19 di Kurichedu tercatat lebih dari 35.000 orang sampai Jumat (31/7/2020). Sementara total jumlah kasus positif COVID-19 di India mencapai 1,63 juta.(gdn)