Bank UMKM Dukung Ponpes Mukmin Mandiri Ekspor Kopi Khas Jatim

Agustus 9, 2020
Dirut Bank UMKM

Dirut Bank UMKM (tiga dari kiri), Kepala Dinas Perkebunan (empat kiri) dan Pengasuh Ponpes Mukmin Mandiri (kelima kiri) di depan mesin roasting kopi.(Ponpes Mukmin Mandiri)

Surabaya, PMP – Pondok Pesantren (Ponpes) Mukmin Mandiri Waru Sidoarjo berhasil mengekspor produk kopi kemasan yang biji kopinya merupakan hasil kebun petani dari berbagai daerah di Jawa Timur. Bank UMKM Jatim mendukung Rp 650 juta untuk membeli mesin roasting kopi berkapasitas 20 kilogram.

Saat ini Ponpes Mukmin Mandiri yang menyebut dirinya Pesantren Agrobisnis dan Agroindustri di Waru, Sidoarjo, telah memiliki beberapa produk kopi kemasan siap jual.

Produk kopi kemasan mereka bermerek: Kopi Greng Lanang, Tjap Kopi Kyai Ku, Kopi Raja dan Kopi Songo. Logo Kopi Songo menggunakan angka 9 sebagai pengganti huruf ‘o’ terakhir, serta mencantumkan gambar bintang 9 untuk menunjukkan ciri khas Nahdlatul Ulama.

“Alhamdulillah Bank UMKM ikut mendukung Ponpes Mukmin Mandiri dalam menghasilkan kopi kemasan khas Jawa Timur. Kami ikut memilihkan mesin roasting kopi dengan harapan ponpes dan para santrinya bisa lebih semangat dan produktif,” kata Dirut Bank UMKM Jatim, Yudhi Wahyu Maharani, saat mengunjungi Ponpes Mukmin Mandiri, beberapa waktu lalu.

Pada kunjungan tersebut, Dirut Yudhi datang bersama Kepala Dinas Perkebunan Jatim Ir Karyadi. Mereka diterima pengasuh ponpes Dr KH Muhammad Zakki MSi. Selain berdiskusi tentang usaha kopi yang dijalankan para santri, Kiai Zakki juga mengajak kedua tamunya berkeliling melihat mesin roasting yang baru dan proses pengolahan biji kopi mentah hingga dikemas.

Proses roasting kopi adalah proses pemanggangan biji kopi mentah sampai dengan tingkat kematangan tertentu yang nantinya bakal menghasilkan aroma khas tertentu. Tingkat kematangan inilah yang menjadi kunci apakah kopi yang dihasilkan bakal disukai pasar atau tidak.

Menurut Dirut Yudhi, Bank UMKM Jatim sangat berharap agar Ponpes Mukmin Mandiri bisa menjadi percontohan bagi seluruh ponpes lainnya di Jatim dalam hal produktivitas berbisnis.

“Sebab kami dari Bank UMKM sangat berharap ponpes-ponpes bisa menjadi penopang perekonomian Jatim,” kata Yudhi.

Menurut Yudhi, jika mayoritas pesantren memiliki usaha bisnis seperti harapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dipastikan bakal menjadi kekuatan luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

“Bu Gubernur memiliki program OPOP atau One Pesantren One Product  yang bertujuan menggerakkan kekuatan raksasa seluruh ponpes di Jatim. Dan Bank UMKM bakal siap support  ponpes-ponpes dalam menjalankan bisnisnya demi sukses OPOP,” tegas Yudhi.

Baca juga: Dirut Yudhi Wahyu Maharani: Saya Tak Mau Bank UMKM Cuma Jadi Penonton

Program Jatim Agro

Kepala Dinas  Perkebunan Jatim Ir Karyadi mengaku bersyukur  karena Ponpes Mukmin Mandiri sudah memiliki mesin roasting berkapasitas 20 kilogram yang diharapkan bisa menambah daya serap kopi hasil para petani dari berbagai daerah Jatim.

“Saya kira Ponpes Mukmin Mandiri bisa menjadi percontohan pengolahan kopi dari hulu sampai hilir karena sesuai dengan program Jatim Agro Ibu Gubernur yakni petik, kemas, jual,” kata Ir Karyadi.

Apalagi Menurut Karyadi, Ponpes Mukmin Mandiri telah berhasil melakukan ekspor kopi lokal Jatim, selain untuk konsumsi para penikmat di dalam negeri.

Sementara itu, pengasuh ponpes Dr KH Muhammad Zakki MSi, mengaku bergembira atas dukungan dan kedatangan Dirut Bank UMKM dan Kepala Dinas Perkebunan Jatim.

“Kedatangan beliau berdua telah memberi semangat kami untuk semakin menumbuhkan ekonomi pesantren. Memperkuat produk pesantren di tengah kondisi pandemi COVID-19,” kata Kiai Zakki.

Menurutnya, proses roasting kopi di Ponpes Mukmin Mandiri dilakukan sesuai standar resmi pengolahan makanan, serta telah memiliki formula khusus untuk menghasilkan  rasa kopi khas Jatim.

Masih menurut Kiai Zakki, kehadiran kedua tamunya juga dalam rangka menyukseskan gerakan OPOP yang diinisiasi Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Secara khusus, Kiai Zakki berterima kasih kepada Bank UMKM dan Dirut Yudhi.

“Kehadiran Bank UMKM telah memberikan angin segar bagi para pelaku UMKM Jatim, khususnya kami Ponpes Mukmin Mandiri yang dibantu sehingga bisa memiliki mesin roasting, termasuk dibantu mengumpulkan biji kopi hasil para petani di Jatim,” papar Kiai Zakki.

Menanggapi pernyataan Kiai Zakki, Dirut Yudhi mengatakan bahwa keberhasilan ekspor kopi Ponpes Mukmin Mandiri tak lain berkat sinergi antara Dinas Perkebunan Jatim, pengasuh ponpes, serta Bank UMKM.

“Semoga ke depan Ponpes Mukmin Mandiri semakin sukses  meningkatkan nilai tambah kopi Jatim. Kami Bank UMKM siap memfasilitasi dan bermanfaat bagi seluruh komunitas pondok pesantren melalui OPOP dan tentu saja seluruh masyarakat Jatim,” pungkasnya.(hps)