Saksikan Hujan Meteor Perseid Kamis Dini Hari, Bisa Dilihat Mata Telanjang

Agustus 12, 2020
Hujan Meteor Perseid

Puncak hujan meteor Perseid tahun 2019 terjadi pada Senin malam (12/8) dan Selasa malam (13/8), hingga Rabu pagi (14/8). (REUTERS/Amir Cohen)

Surabaya, PMP – Puncak fenomena alam hujan meteor Perseid bisa disaksikan dengan mata telanjang di seluruh wilayah Indonesia pada Kamis dini hari (13/8/2020). Waktu pengamatan terbaik mulai 02.00 WIB hingga fajar bahari atau 24 menit sebelum matahari terbit.

Menurut Emannuel Sungging Mumpuni, Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), hujan meteor Perseid sebenarnya telah terjadi sejak 17 Juli 2020 hingga 24 Agustus 2020. Namun puncaknya terjadi pada 12-13 Agustus 2020.

“Hujan meteor Perseid masih bisa diamati dua-tiga hari ini, kalau kondisi tidak berawan. (Pengamatan Perseid bisa dilakukan) dini hari, mulai sekitar pukul 02.00 (waktu setempat),” kata Sungging seperti dikutip kompas.com, Selasa (11/8/2020).

Hujan meteor kali ini diberi nama Perseid berdasarkan titik radian atau titik munculnya hujan meteor yang terletak di konstelasi Perseus. Untuk mengetahui titik radian Perseus di langit sesuai lokasi anda, silahkan klik portal berikut timeanddate. Contohnya jika dilihat dari Surabaya, Perseus berada di arah timur laut dengan ketinggian 11,2 derajat di atas garis cakrawala.

Perseid merupakan fenomena hujan meteor terbaik setiap tahun, namun penampakannya pada tahun 2020 akan berkurang karena bertepatan fase bulan separuh, sehingga jumlah meteor yang masih dapat dilihat hanya sekitar 15 meteor hingga 20 meteor per jam.

Swift-Tuttle Comet

Komet 109P/Swift-Tuttle adalah komet besar dengan inti selebar 26 kilometer. Terlihat dari bumi tahun 1992 dan akan bisa dilihat kembali tahun 2125 atau setelah 133 tahun. Puing-puing komet ini menyebabkan hujan meteor Perseid yang bisa disaksikan setiap tahun.(NASA)

Keberadaan meteor-meteor Perseid ini terkait Komet Swift-Tuttle yang mengorbit matahari setiap 133 tahun sekali. Oleh sebab itu, pada setiap bulan Agustus, bumi akan melewati wilayah puing-puing Komet Swift-Tuttle dan bakal terlihat sebagai fenomena hujan meteor.

“Hujan meteor ini berasal dari sisa-sisa debu Komet 109P atau Swift-Tuttle dan dapat disaksikan mulai tengah malam hingga fajar bahari atau nautika berakhir (24 menit jelang matahari terbit), ketika titik radian berkulminasi di arah utara dengan ketinggian 25,3 derajat,” papar Sungging.

Menurutnya, intensitas maksimum hujan meteor mencapai 60-70 meteor tiap jam dengan kecepatan 212.400 km/jam.

Menurut para ilmuwan NASA, hujan meteor Perseid dapat dilihat kapan saja setelah jam 9 malam, termasuk di Indonesia. Namun waktu terbaik melihat hujan meteor adalah saat paling gelap dari malam, yakni pada jam-jam dini hari hingga sebelum fajar, atau antara jam 2 pagi hingga menjelang fajar.(gdn)