Buya Syafii Maarif Kirim Pesan ke Jokowi, Batin Saya Menjerit dan Goncang

September 13, 2020
Buya Syafii Maarif

Buya Syafii Maarif dan Presiden Jokowi.(istimewa)

Jakarta, pmp – Ahmad Syafii Maarif (85), mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, mengirimkan pesan khusus kepada Presiden Jokowi terkait kematian para dokter yang sudah mencapai angka 115 orang di masa pandemi COVID-19. Jumlah 115 dokter berdasarkan data Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Yang mulia Presiden Republik Indonesia, sebagai salah seorang yang tertua di negeri ini, batin saya menjerit dan goncang membaca berita kematian para dokter yang sudah berada pada angka 115 pagi ini, plus tenaga medis yang juga wafat dalam jumlah besar pula,” pesan Syafii Maarif kepada Presiden Jokowi, pada Minggu (13/9/2020).

Buya Syafii Maarif, panggilan akrabnya, meminta Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk berupaya maksimal menolong nyawa para dokter dan tenaga medis, sebab mereka merupakan garda terdepan penanganan COVID-19.

“Pak Presiden mohon diperintahkan kepada Menteri Kesehatan dan jajarannya untuk berupaya semaksimal mungkin menolong nyawa para dokter ini,” kata pendiri Maarif Institue itu.

Bahkan Buya yang pernah menjabat Presiden World Conference on Religion for Peace itu sempat menyampaikan kekhwatirannya.

“Jika begini terus, bangsa ini bisa oleng karena kematian para dokter, saban hari dalam tugas kemanusiaannya di garis paling depan,” tambahnya.

Tim Mitigasi PB IDI mencatat 115 dokter di Indonesia meninggal dunia akibat COVID-19. Jumlah dokter umum yang meninggal 57 orang, dokter spesialis 51 orang, serta guru besar tujuh orang.

Menurut Adib Khumaidi, Ketua Tim Mitigasi PB IDI, penularan COVID-19 terhadap para dokter terjadi saat mereka menjalankan tugas menangani pasien COVID-19 secara langsung. Meski dimungkinkan penularan melalui pelayanan nonmedis.(gdn)