Moh Qosim: Bismillah Jadi Cabup Gresik Ini Ibadah, PKB Titipan Gus Dur Demi Kemaslahatan Nahdliyin dan Masyarakat

September 29, 2020
Cabup Mohammad Qosim

Paslon Nomor 1 di Pilkada Gresik, Cabup Mohammad Qosim dan Cawabup dr Asluchul Alif berdiskusi dengan petani.(dok pribadi)

Gresik, pmp – Mohammad Qosim, calon bupati nomor 1 di Pilkada Gresik, bersedia maju menjadi calon bupati (cabup) demi mengemban amanah mayoritas masyarakat Gresik yang telah memberi kepercayaan dan aspirasinya kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sehingga menjadi partai pemenang Pemilu 2019 di Kabupaten Gresik.

Menurut petahana Wakil Bupati Gresik itu, dirinya bersedia maju karena tidak ada pengurus struktural PKB yang siap menerima tugas menjadi bupati. Padahal PKB merupakan partai terbesar di Kabupaten Gresik yang mayoritas masyarakatnya merupakan warga Nahdliyin.

“Empat kali saya tawarkan dalam forum rapat lengkap ke seluruh pengurus PKB maupun yang ada di DPRD. Tetapi muncul persoalan ketika tidak ada satu pun yang mau mencalonkan diri,” kata Moh Qosim yang merupakan Ketua PKB Gresik itu, saat ditemui di kediamannya di Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Kecamatan Kebomas Gresik, pada Senin (28/9/2020).

Berbekal pemahamannya sebagai mubalig bahwa keberadaan seorang kepala daerah menjadi wajib untuk mendukung para kiai, ustadz, ulama dan tokoh agama dalam beramar maruf nahi munkar, maka Qosim sebagai Ketua PKB pun memutuskan maju meski sejatinya pihak keluarga keberatan.

“Bismillah, toh jadi cabup Gresik ini ibadah… Apalagi partai ini titipan para kiai yang didirikan oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur demi mewujudkan kemaslahatan warga Nahdliyin dan masyarakat,” tambah Moh Qosim yang didampingi penasihat Relawan Sejati QA Heru Nur Cholis.

Kini, Moh Qosim telah terdaftar sebagai calon bupati nomor 1 di Pilkada Gresik berpasangan dengan dr Asluchul Alif, Ketua Partai Gerindra Gresik, serta dikenal dengan paslon QA yang mengusung jargon Gresik Ayem Tentrem.

QA memiliki visi Gresik yang religius, sehat, berkelanjutan dan sejahtera untuk semua yang bakal direalisasi melalui delapan misi.

Bagaimana pergulatan batinnya hingga akhirnya memutuskan maju menjadi calon bupati? Bagaimana penjabaran visi QA? Berikut wawancaranya:

Apa pertimbangan utama anda maju sebagai Bupati Gresik?

Inshaallah niat utamanya ibadah. Sesungguhnya seorang muslim untuk menawarkan diri menjadi pemimpin itu tidak ada aturannya. Tetapi muncul persoalan mendasar ketika kita semua ini wajib membangun manusia, karena semua manusia itu oleh Allah SWT diberi tugas sebagai khalifah di muka bumi.

Wa izqola robbuka lil mala ikati inni ja’ilung fil ardi holifah. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Selain itu Allah juga mewajibkan kita memanfaatkan alam bagi kesejahteraan manusia sehingga manusianya harus dibangun.

Kewajiban membangun manusia itu utamanya berada di pundak para kiai, ustadz, ulama, atau tokoh agama. Namun tugas itu akan susah diwujudkan apabila mereka tidak dibackup oleh pemerintah.

Kiai atau ustadz berdakwah, “Minum minuman keras dilarang, mencuri dilarang!” Meski banyak ulama berkata seperti itu, tapi kalau tidak dibackup oleh pemerintah atau hukum, maka akan susah dipatuhi oleh semua masyarakat.

Nah, kehadiran seorang bupati bakal mampu membackup sekian ulama agar seruan amar maruf nahi munkar menjadi efektif di masyarakat.

Artinya kehadiran bupati atau wabup menjadi keharusan?

Mâ lâ yatimmu al-wâjibu illâ bihi fa huwa wâjib, suatu kewajiban tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu, maka sesuatu tadi hukumnya menjadi wajib.

Jadi untuk menjadi bupati dan wabup itu bukan wajib bagi seorang muslim, tapi andai tidak ada bupati, tidak ada pemerintahan, tidak ada hukum, maka penegakan hukum tidak akan jalan. Maka keberadaan bupati dan wabup pun menjadi wajib.

Sekali lagi seruan kebaikan-kebaikan yang harus terus digelontorkan oleh kiai dan ulama jika tidak dibackup bupati yang memimpin sebuah sistem pemerintahan di mana di dalamnya ada polisi, hakim, jaksa, TNI, dll, maka dipastikan bakal tidak berjalan dengan baik.

Maka anda pun memutuskan maju menjadi bupati?

Itu yang mendorong saya selaku ketua partai di Gresik (PKB) ikut ambil bagian dalam Pilkada. Tapi yang sebenarnya terjadi, saya sudah menawarkan kepada teman-teman di partai baik struktural maupun mereka yang duduk di DPRD dari Fraksi PKB.

Saya bilang, “Saya tidak ada himmah untuk mencalonkan diri menjadi bupati Gresik karena usia saya sudah 62 tahun dan keluarga keberatan karena mereka tahu, begitu saya dapat amanah, saya pasti akan melaksanakannya dengan maksimal. Lha selama ini jadi wabup saja sudah jarang di rumah karena melayani masyarakat, apalagi kalau diberi amanah jadi bupati.

Apa reaksi teman-teman di PKB?

Empat kali saya tawarkan dalam forum rapat lengkap ke seluruh pengurus PKB maupun yang ada di DPRD. Itu sekitar bulan Januari dan Februari. Tetapi muncul persoalan ketika tidak ada satu pun yang mau mencalonkan diri.

Bahkan ketika teman-teman PAC tingkat kecamatan berombongan datang ke rumah meminta saya maju jadi bupati, saya jawab: terima kasih, saya terima dukungannya, tapi saya sampai saat ini belum ada niat mencalonkan diri menjadi bupati. Saya akan istikharah dan berbicara terlebih dulu dengan keluarga.

Karena tetap tidak ada yang maju, saya memutuskan untuk maju. Bismillah, toh jadi cabup Gresik ini ibadah. Selain itu pertimbangannya karena PKB merupakan partai pemenang di Gresik yang artinya mendapat amanah besar dari mayoritas warga Gresik. Apalagi partai ini titipan para kiai yang didirikan oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur demi mewujudkan kemaslahatan warga Nahdliyin dan masyarakat.

Maka pada 14 Maret 2020 diputuskanlah di internal PKB Gresik melalui rapat di Hotel Aston, Qosim-Alif maju menjadi kandidat dari PKB.  Ketika saya sudah gandeng dengan Mas Alif, alhamdulillah respon masyarakat Gresik sangat bagus. Mayoritas mereka melihat kami pasangan ideal, yang satu usia sudah dewasa dan pengalaman cukup, satunya masih muda, milenial, kreatif dan tegas.

Baca juga:

Mohammad Qosim

Mohammad Qosim bersama Relawan Sejati QA pada acara gowes bareng.(dok pribadi)

Apa visi Qosim-Alif?

Saya impikan dan targetkan masyarakat Gresik yang religius, sehat, berkelanjutan dan sejahtera untuk semua. Jadi itulah poin besar visi kami. Hal pertama yang terpenting adalah agama. Seseorang yang memiliki keyakinan terhadap agamanya dengan bagus, maka inshaallah hal-hal lainnya akan ikut bagus.

Rasulullah bersabda: man yurid allah bih khyrana yufaqqihh fi aldyn,  artinya:  Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam agama. Artinya agama itu pondasi.

Albert Einstein, cendekiawan modern bilang, “Knowlede without religion is blind, but religion without knowledge is lame”. Ilmu pengetahuan tanpa agama itu buta karena manusia cenderung dikendalikan hawa nafsunya. Tapi agama tanpa ilmu pengetahuan juga bakal lumpuh karena kehidupan tidak bisa berkembang dengan cepat. Padahal tadi kan kita diperintah Allah untuk memanfaatkan alam bagi kesejahteraan umat manusia.

Jadi visi utamanya religius?

Benar, impian besar itu kita mulai dengan memperkokoh Gresik yang religius. Agama itu sentralnya akhlakul karimah. Jadi mereka yang agamanya bagus, pasti perilakunya baik.  Kalau orang perilkunya baik, menghormati sesama, menolong sesama, bermusyawarah, mudah memaafkan, maka kehidupan akan teduh. Ayem tentrem. Kalau di dunia bener dan enak, maka otomatis juga begitu kelak kehidupannya di akhirat karena dunia ini ladang bebuat amal.

Kenapa sehat juga menjadi visi QA?

Sebab nikmat sehat itu, seperti sabda Rasulullah yang nanti pertama kali ditanyakan oleh Allah di akhirat. “Sungguh nikmat yang akan ditanyakan pada hamba pertama kali pada hari kiamat kelak adalah dengan pertanyaan: “Bukankah Kami telah memberikan kesehatan pada badanmu dan telah memberikan padamu air yang menyegarkan?”

Memang sehat bukan segalanya, tapi kalau orang sudah sakit maka segalanya tidak ada artinya. Apa artinya punya rumah mewah, mobil mewah tapi kita sakit? Ketika seseorang sehat, semuanya bisa dinikmati, semuanya bisa dikerjakan.

Mohammad Qosim

Mohammad Qosim dan dr Asluchul Alif bersama masyarakat Gresik.(dok pribadi)

Bisa dijelaskan visi berkelanjutan?

Karena kita saat ini membangun bukan hanya untuk kepentingan kita saat ini, tapi untuk kepentingan anak dan cucu. Artinya apa yang sudah dikerjakan para pendahulu kita hormati.  Kita harus jaga dan pelihara hal-hal baik yang dihasilkan pendahulu, kemudian kita ciptakan hal-hal baru yang lebih baik lagi.

Kami menghargai prestasi pendahulu dan kami akan membuat hal-hal baru dan terobosan-terobosan yang lebih baik untuk generasi mendatang.

Bagaimana dengan visi sejahtera untuk semua?

Sejahtera untuk semuanya, artinya kita harus memberi perhatian istimewa terhadap kesejahteraan masyarakat, karena “Tasharruful imam ‘ala alra’iyah manutun bi al-maslahah“, kebijakan para pemimpin bergantung pada kemaslahatan rakyatnya.

Tugas seorang pemimpin adalah mensejahterakan masyarakatnya. Kita impikan sejahtera untuk semuanya. Jangan sejahtera hanya untuk kelompok tertentu, tapi seluruh kelompok masyarakat harus sejahtera. Tentu kita tidak bisa mencegah kalau ada seseorang yang lebih kaya dari yang lainnya karena itu sunatullah.

Tapi paling tidak, semua warga masyarakat bakal ikut tersentuh dan merasakan kesejahteraan. Tidak boleh ada yang tertinggal dan terabaikan. Lebih-lebih mereka yang masih berada di pinggiran, mereka yang masih belum beruntung.

Mohammad Qosim

Respon masyarakat Gresik terhadap pasangan Qosim-Alif sangat bagus. dan menganggap pasangan ideal.(dok pribadi)

Bagaimana mengikhtiarkan kesejahteraan untuk semua?

Kita bakal lakukan subsidi silang. Kita ingatkan mereka yang kaya, mari dermakan hartamu, mari sodaqohkan, mari infakkan untuk membantu yang belum beruntung.

Kesejahteraan untuk semua itu, salah satunya melalui misi kami, semua masyarakat Gresik tanpa terkecuali akan kita beri keanggotaan BPJS Kesehatan. Bagi mereka yang sudah mampu karena diberi anugerah lebih oleh Allah, tentu kami alhamdulillah.

Kami fokusnya jangan sampai ada anggota masyarakat yang sakit dan tidak bisa berobat karena kondisi ekonominya. Saat ini warga Gresik yang sudah tercover BPJS Kesehatan sekitar 70%, nah sisanya 30% inshaallah jika kami diberi amanah, akan kami cover di tahun 2021.

Bagaimana strategi mengcover mereka yang 30% itu?

Kita bakal berdayakan semua sumber daya yang ada di Kabupaten Gresik. Man jadda wajada, barang siapa yang bersungguh-sungguh maka pasti akan mendapatkan hasil. Tidak ada yang tidak dapat mencukupi kebutuhan manusia kecuali yang salah kelola. Jadi kalau dikelola dengan baik, alam ini sudah ditakar oleh Allah SWT untuk mencukupi seluruh kebutuhan manusia.

Semua strategi mewujudkan visi Qosim-Alif akan kami jabarkan secara detail melalui delapan misi kami, sehingga seluruh masyarakat Gresik bisa memahami dan inshaallah memberi amanah kami untuk mengikhtiarkan dan mewujudkannya. Inshaallah.(bhimo)