Relawan Sejati QA Terus Gerilya, Posko Kota dan Banjarsari Cerme Diresmikan

Oktober 12, 2020

Peresmian Posko Kota Relawan Sejati QA di Jl RA Kartini Gresik.(dok pribadi)

Gresik, pmp – Relawan Sejati QA terus bergerilya menyosialisasikan visi dan misi paslon nomor 01 Qosim-Alif di Pilkada Gresik. Pada akhir pekan lalu, dua posko diresmikan yakni Posko Kota dan Posko Desa Banjarsari Kecamatan Cerme.

“Peresmian dua posko ini menunjukkan semangat kami para relawan yang nonpartisan menyosialisasikan visi dan misi pasangan Pak Qosim dan dokter Alif kepada masyarakat secara door to door,” kata Heru Nur Cholis, penasihat Relawan Sejati QA, Senin (12/10/2020).

Menurut Heru, Posko Kota yang terletak di Jl RA Kartini Gresik merupakan pusat koordinasi Relawan Sejati QA untuk Kecamatan Gresik, Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Manyar.

Sementara Posko Banjarsari yang terletak di Perumahan Banjarsari Asri merupakan cabang dari Posko Cerme yang telah diresmikan secara daring oleh Cabup Mohammad Qosim pada Sabtu (3/10/2020).

“Relawan Sejati QA Banjarsari bakal fokus sosialisasi di Desa Banjarsari demi Gresik Ayem Tentrem dan kemenangan paslon 01,” tegas Heru.

Peresmian Posko Kota pada Sabtu malam (10/10/2020), ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketua Relawan Sejati QA Rusli. Sementara H Misto penasihat, berpesan kepada 30 relawan yang hadir agar santun dalam menyosialisasikan paslon QA demi menjaga Gresik tetap Ayem Tentrem selama Pilkada dan setelahnya.

Relawan Sejati QA

Relawan Sejati QA Banjarsari dan Heru Nur Cholis kaos kuning.(dok pribadi)

QA Prioritaskan Kali Lamong

Sementara Heru yang juga hadir di Posko Kota menyampaikan, salah satu misi paslon QA yang harus disosialisasikan ke masyarakat adalah memprioritaskan penyelesaian banjir Kali Lamong yang selalu terjadi di Balongpanggang, Kedamaian, atau Mbenjeng.

Menurutnya, Bupati Sambari dan Wabup Qosim di saat akhir pemerintahan sudah menyelesaikan Studi LARAP (Land Acquisition and Resettlement Action Plan) Kali Lamong bekerja sama dengan Universitas Brawijaya. Studi LARAP selama ini menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Jakarta karena penanganan Kali Lamong harus diselesaikan bersama oleh empat kabupaten yakni Mojokerto, Lamongan, Gresik dan Surabaya.

Namun belakangan, atas permintaan pemda yang didukung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, BBWS akhirnya mempersilahkan pemda melakukan Studi LARAP.

“Nah studi LARAP sudah selesai dan dipastikan pada tahun 2021 uangnya sudah ada untuk membebaskan sisi-kiri-kanan sungai dan mengeruk kedalaman sungai. Jadi siapapun nanti Bupati Gresik, inshaallah persoalan Kali Lamong bakal terselesaikan,” papar Heru.

Khusus Kali Lamong yang melintasi wilayah Gresik, menurut Heru, paslon QA jika diberi amanah memimpin, bakal memanfaatkan seoptimal mungkin sebagai sumber air untuk pertanian, bahan baku air minum, serta sarana wisata edukasi.(bm)