Puteri Indonesia Apresiasi Bank UMKM Jatim Kembangkan Ekonomi Pedesaan

Oktober 13, 2020

Puteri Indonesia Rr Ayu Maulida Putri diapit Dirut Bank UMKM Yudhi Wahyu Maharani (kanan) dan Direktur Pemasaran Bambang Rushadi bersama jajaran pimpinan Bank UMKM.

Surabaya, pmp – Puteri Indonesia 2020 Rr Ayu Maulida Putri mendukung Bank BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur (Bank UMKM) yang fokus mengembangkan perekonomian daerah, terutama kawasan pedesaan. Ini seiring dengan program Gubernur Jatim yang mendorong  percepatan pemulihan ekonomi agar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kembali bangkit di masa pandemi ini.

“Saya apresiasi sekali  terhadap usaha dan prestasi yang telah diraih Bank UMKM Jatim yang sangat mendukung ekonomi Indonesia, khususnya Jatim. Terlebih focus pada masyarakat  menengah bawah yang mungkin belum banyak mendapat perhatian dan belum tersentuh perbankan, terutama bank umum atau konvensional yang lebih focus pada menengah atas,” kata Ayu saat berkunjung ke kantor Bank UMKM, jalan Ciliwung, Surabaya.

Ayu  mengatakan proram Bank UMKM dalam mengembangkan usaha berbasis UMKM ini sangat terkait dengan advokasinya, yakni senyum desa. Dia bersama teman-teman tergerak hati  untuk membangun masyarakat di desa termasuk dalam women empowering (pemberdayaan perempuan ) pedesaan.

“Saya seringkali melihat advokasi itu masih lebih  terfokuskan pada perempuan-perempuan yang ada di kota. Kita lupa bahwa saudara kita tak hanya  di kota metropolitan tapi juga ada yang di luar sana yakni di desa,” kata sarjana hukum Universitas Airlangga.

Ayu yang merupakan puteri kedua dari Pemimpin Divisi Umum dan SDM Bank UMKM, Sigit Purwanto ini mengaku baru bisa pulang ke Surabaya akhir pekan ini setelah tujuh bulan semenjak Grand Final Puteri Indonesia 2020 di Jakarta, awal Maret. Kehadirannya di Surabaya sekaligus memenuhi undangan Gubrenur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjadi tamu kehormatan pada malam gala dinner Minggu (11/10/2020) dan upacara peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Jatim di Gedung Negara Grahadi, Senin (12/10/2020).

Ayu juga mengunjungi kantor Bank UMKM Jatim yang merupakan BPR milik Pemprov Jatim. Di hadapan Dirut Bank UMKM Yudhi Wahyu Maharani, seluruh pimpinan dan karyawan Bank UMKM yang menyambutnya, Ayu menyampaikan  rasa bangga dapat mengikuti perjalanan BPR Jatim, yang kini sudah menjadi Bank UMKM.

Perempuan dengan tinggi badan 178 cm ini menceritakan sejak kecil mengikuti perjalanan karir sang papa. Juga, mengikuti perkembangan Bank UMKM yang sebelumnya masih di jalan Musi, hingga kini pindah ke jalan Ciliwung. Ayu pun teringat saat dipameri papanya pertama kali melihat gedung Bank UMKM Jatim yang berlantai enam.

“Melihat itu semua saya ikut bangga karena saya tahu perjuangan itu tidak ada yang mudah. Perjuangan Bank UMKM Jatim dari dulu hingga menjadi besar sekali seperti sekarang ini. Ini menjadi kebanggaan Jatim tentunya, di mana Bank UMKM membantu perekonomian Jatim, khusus masyarakat menengah bawah. Dan saya bangga papa ikut menjadi bagian dari perjuangan Bank UMKM Jatim,” katanya.

Puteri Indonesia Ayu Maulida membuka rekening tabungan Sikemas.

Buka Tabungan Sikemas

Sebagai bentuk apresiasi dan bentuk dukungan terhadap perjuangan Bank UMKM, Ayu secara khusus menjadi nasabah Bank UMKM dengan membuka tabungan Simpanan Kesejahteraan Masyarakat (Sikemas).

Hal itu disambut positif Bank UMKM yang berharap kehadiran Puteri Indonesia yang juga warga Surabaya ini,  menjadi magnet masyarakat Jatim untuk membuka tabungan atau menjadi debitur Bank UMKM.

“Terima kasih kepada Mba Ayu mau mengunjungi kantor Bank UMKM. Harapan kami dengan Mba Ayu menjadi nasabah kami, segmen milenial pun bisa mengikuti langkah Puteri Indonesia,” kata Dirut Bank UMKM Yudhi Wahyu Maharani.

Lebih lanjut Yudhi menjelaskan sebagai bank yang fokus pada pengembangan usaha berbasis UMKM, saat ini Bank UMKM berperan dalam membantu percepatan pemulihan perekonomian nasional (PEN), terutama di pedesaan Jatim. Percepatan PEN yang dilakukan Pemprov menggandeng semua instansi BPN, Bank Indonesia dan OJK, kalangan perbankan hingga OPD kabuaten/kota.

Peran Bank UMKM dalam percepatan PEN ini sangat didukung dengan transformasi yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir ini. Hasilnya, pertumbuhan kredit bank dengan asset Rp 2,5 triliun ini tetap bisa meningkat di masa pandemi, mencapai 6,7%. Pencapaian ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan kredit BPR 4% bahkan kredit perbankan di Jatim year on year (yoy) malah minus.

“Bank UMKM ini meski kecil tapi angan-angannya banyak. Dan itu tidak ada yang tidak mungkin. Pandemi ini justru menjadi keuntunggulan kita mengembangkan konten lokal. Potensi pedesaan yang belum tergarap optimal bisa disinergikan dengan arah kebijakan stakeholder dan shareholder di daerah-daerah. Bahkan juga nyambung dengan kehadiran Puteri Indonesia yang membawa misi senyum desa,” papar Yudhi.

Yudhi menyebut selain mengembangkan konten lokal dengan sentuhan tradisional dan personality, pengembangan teknologi juga harus dilakukan. Bank UMKM menggandeng ITB dan ITS untuk pengembangan teknologi agar tepat dalam memilih platform. Tujuannya agar memberi rasa aman bagi nasabah.

“Kita ngurusi ritel dan sector usaha mikro kecil, namun tetap efisien dan secure (aman). Masalah secure ini sangat penting bagi trust (kepercayaan) nasabah. Ini menjadi perjuangan Bank UMKM dalam percepatan pemulihan ekonomi. Intinya, Bank UMKM dan Puteri Indonesia sama-sama berjuang untuk keluarga dan masyarakat Jatim,” pungkas Yudhi. (hps)