Lahirkan Ribuan Talenta Digital Indonesia, IDCamp Indosat Ooredoo Panen CSR Award

November 11, 2020
IDCamp Indosat Ooredoo

President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Abdulaziz AA Al-Neama (empat dari kanan), Director & Chief Operating Officer Vikram Sinha (kanan), Director & Chief Human Resource Officer Irsyad Sahroni (dua dari kiri), serta perwakilan komunitas developer saat peluncuran IDCamp 2019 di Jakarta, 2 Agustus 2019.(Humas Indosat Ooredoo)

Surabaya, pmp – Indosat Ooredoo tak menjadikan pandemi corona penghalang untuk terus berkiprah aktif membangun dunia digital Indonesia. Program Indosat Ooredoo Digital Camp atau IDCamp yang memberi beasiswa bagi 26.714 talenta digital untuk mengikuti pendidikan coding online agar menjadi developer atau programmer, sukses meraih empat penghargaan CSR (corporate social responsibility) di tahun 2020.

Narendra Wicaksono tersenyum. Pendiri dan CEO Dicoding Indonesia yang menjadi pembicara sharing session bertema ‘Berbagi Inspirasi: A to Z to Become Technopreneur’ itu, mendapat berbagai pertanyaan unik di acara Virtual Graduation Day (VGD) IDCamp 2019 yang digelar live melalui youtube dan disaksikan ribuan anak muda, pada Kamis malam, 18 Juni 2020.

Para muda itu ingin menyaksikan seremonial kelulusan yang merupakan puncak rangkaian kegiatan IDCamp 2019 yang digelar sejak 2 Agustus 2019 hingga Februari 2020.

Pertanyaan unik contohnya: apakah ada skill khusus yang dibutuhkan developer di masa pandemi?  Saya masih sekolah, apakah saya bisa memulai belajar bahasa coding, atau nanti tunggu kuliah atau lulus kuliah?

IDCamp Indosat Ooredoo

Narendra Wicaksono, Founder & CEO Dicoding Indonesia.

Naren, panggilan akrab alumni Teknik Informatika ITB yang berpengalaman tujuh tahun bekerja di Microsoft dan Nokia itu pun menjawab dengan bahasa milenial.

“Munculnya pandemi corona justru kesempatan bagi para developer untuk menjadi jembatan penghubung antara masyarakat atau antara entitas bisnis melalui digital. Jadi sebenarnya belum semua komunitas atau entitas bisnis terkoneksi secara digital,” jawab Naren.

Dia memberi contoh sederhana ketika tukang sayur keliling yang biasa lewat rumahnya mengeluh tentang omset merosot di masa pandemi. Naren memberi solusi digital sederhana yang bisa dipahami si tukang sayur. Dia menyarankan si tukang sayur yang sudah memanfaatkan aplikasi WhatsApp di ponselnya mengunggah status foto aneka dagangan, juga menebarnya ke para pelanggan.

“Setelah itu dagangannya laris. Jadi seringkali solusi tak perlu selalu canggih, tapi yang penting aplikatif,” tegas Naren yang perusahaannya Dicoding Indonesia digandeng Indosat Ooredoo dalam pelaksanaan IDCamp 2019.

Sementara soal kapan sebaiknya mulai belajar coding, menurut Naren, justru paling tepat dimulai saat masih duduk di bangku sekolah.

“Paling enak justru saat masih sekolah sudah mulai belajar coding karena belum ada beban hidup. Coba kalau sudah diwisuda baru belajar, pasti ditanya orang, kamu koq gak segera kerja?” candanya.

IDCamp Indosat Ooredoo

Director & Chief Strategy and Innovation Officer Arief Musta’in dan SPV Head of Corporate Communication Turine Farouq (empat dan lima dari kiri) saat roadshow IDCamp 2019.(Humas Indosat Ooredoo)

Beasiswa Bagi Disabilitas

Pada VGD IDCamp yang dimoderatori Turine Farouq, SPV Head of Corporate Communication Indosat Oreedo itu, Naren memaparkan pengalamannya menjadi developer, mulai dari belajar coding, menjadi developer freelance saat kuliah, kemudian developer profesional, hingga suka duka merintis usaha sendiri di tahun 2015. Dicoding Indonesia yang kini didukung para developer muda handal merupakan salah satu perusahaan yang dibidaninya.

“Terus belajar dan jangan mudah menyerah. Percayalah setiap usaha tak bakal khianati hasil,” pesan Naren.

Sementara sebagai keynote speech  VGD IDCamp adalah Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan, juga Deputi Destinasi dan Infrastuktur Kemenparekraf Hari Santosa Sungkari.

Sedangkan acara utama adalah penyerahan sertifikat oleh Arief Musta’in, Director & Chief Strategy and Innovation Officer Indosat Ooredoo, kepada peserta IDCamp 2019 yang diwakili 10 lulusan terbaik. Mereka semua dinyatakan berhasil menyelesaikan kelas pemrograman komputer, yakni Android Developer, Kotlin Developer dan Progressive Web Apps Developer.

IDCamp 2019 telah melahirkan 4.737 talenta digital muda Indonesia bersertifikat global dan 513 bersertifikat expert. Mereka terdiri dari siswa, mahasiswa, karyawan, juga para penyandang disabilitas yang diberi beasiswa dan kesempatan belajar yang sama oleh Indosat Ooredoo.

IDCamp Indosat Ooredoo

Gunali Rezqi Mauludi dari Kabupaten Bandung, satu dari 10 lulusan terbaik IDCamp 2019.

Panen Empat Penghargaan CSR

Kabar baiknya, ikhtiar Indosat Ooredoo memperkokoh pilar pendidikan dan pengembangan komunitas melalui program CSR di Indonesia sejak 2006, semakin diakui banyak pihak karena manfaatnya telah dirasakan 2,5 juta masyarakat.

Bahkan melalui IDCamp 2019 yang termasuk program CSR, Indosat Ooredoo meraih empat penghargaan bergengsi di bidang CSR dari berbagai lembaga dalam negeri maupun internasional di sepanjang 2020.

Maklum saja, IDCamp juga melahirkan hampir 300 proposal inovasi nasional yang sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB nomor 4 tentang pendidikan berkualitas dan nomor 9 tentang industri, inovasi dan infrastruktur.

Penghargaan paling mutakhir diterima Indosat Ooredoo pada 23 September 2020, saat IDCamp meraih ‘Asia Responsible Enterprise Award 2020’ untuk kategori Social Empowerment dari Enterprise Asia.

Enterprise Asia yang mengepakkan sayap di 14 negara merupakan lembaga nirlaba yang fokus pada penguatan entrepreneurship atau kewirausahaan, di mana para wirausahawan yang banyak tersebar di Asia didorong menjadi mesin tangguh menuju pembangunan ekonomi sosial berkelanjutan dan progresif dalam kesetaraan ekonomi dunia.

Enterprise Asia menilai, IDCamp 2019 telah memberi manfaat bagi 33.414 orang, di mana 26.714 orang menerima beasiswa belajar coding online; 5.000 mahasiswa di kampus-kampus mengikuti roadshow; 1.100 developer mengikuti pertemuan developer, serta  600 developer mengikuti IDCamp HackData-Hackathon dan Datathon pertama di Indonesia.

IDCamp 2019 menghasilkan 4.737 developer pemula bersertifikat, 531 developer bersertifikat expert, di mana 401 di antaranya berhasil mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan IDCamp 2019.

Tak hanya itu, sebagai program CSR inklusif, sebanyak 517 developer penyandang disabilitas juga mendapat beasiswa belajar coding online, di mana 63,8% masih duduk di bangku sekolah menengah dan perguruan tinggi. Pada akhir program, 109 orang lulus tingkat pemula, di mana 15,9% selesai tepat waktu dan 2,9% menyelesaikan dengan nilai tinggi.

Pertimbangan terakhir, IDCamp 2019 memberikan dampak positif terhadap bisnis berkelanjutan Indosat Ooredoo melalui pemberitaan dengan penguatan reputasi perusahaan, peningkatan daya tarik konsumen, daya tarik pengembangan bakat karyawan, hubungan klien dan komunitas yang lebih kuat, serta tentu saja peningkatan laba perseroan.

IDCamp Indosat Ooredoo

Indosat Ooredoo raih ‘Gold Brand Equity Award in Telecommunication’ pada ajang Iconomics CSR Brand Equity Award 2020. Penghargaan diterima AVP Head of CSR M Firdaus Pratama, disaksikan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK.(Humas Indosat Ooredoo)

Sebelumnya pada 27 Februari 2020,  Indosat Ooredoo menyabet ‘Gold Brand Equity Award in Telecommunication’ pada ajang Iconomics CSR Brand Equity Award 2020. Merupakan pengakuan atas berbagai program CSR Indosat Ooredoo termasuk IDCamp.

Penilaian dilakukan melalui survei CSR brand equity di 10 kota terbesar Indonesia, nilai proper dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta sustainability report.

Penghargaan diterima M Firdaus Pratama, AVP Head of CSR Indosat Ooredoo, disaksikan RM Karliansyah, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.

Kemudian pada 20 April 2020, IDCamp meraih ‘Gold Winner in Sustainability Business’ di ajang PR Indonesia Awards (PRIA) 2020 yang dihelat PR Indonesia.  PRIA merupakan ajang kompetisi kehumasan paling komprehensif yang diikuti lebih dari 100 korporasi dan organisasi, terdiri dari kementerian, lembaga, BUMN, BUMD, swasta, juga pemerintah daerah.

Dan selanjutnya 29 Juli 2020, ID Camp meraih ‘TOP CSR Awards 2020’ untuk kategori Information and Technology Access Development yang digelar Top Business bersama Komite Nasional Kebijakan Governance.

Menuju Indonesia Digital Nation

Pemerintah melalui Kemenkominfo yang diwakili Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan memberi apresiasi Indosat Ooredoo yang menginisiasi program IDCamp.

Menurut Samy, panggilan akrabnya, Presiden Jokowi telah mencanangkan era transformasi digital menuju Indonesia Digital Nation.

“Kita butuh 9 juta talenta digital sampai 2030, di mana artinya setiap tahun kita harus mencetak 600 ribu digital talenta. Oleh sebab itu kami memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Indosat Ooredoo yang ikut mencetak talenta-talenta digital melalui IDCamp,” katanya.

IDCamp Indosat Ooredoo

Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo.

Menurut Samy, syarat utama bagi Indonesia dalam mempercepat proses transformasi digital adalah memiliki infrastruktur digital yang memadai.

“Salah satu pelaku penyedia infrastruktur adalah Indosat Ooredoo. Tanpa infrastruktur tidak mungkin tercipta transformasi digital karena semua orang harus terkoneksi internet,” katanya.

Syarat selanjutnya adalah aplikasi yang merupakan alat agar masyarakat bisa beraktivitas di dunia digital. Pembuatan aplikasi tentu sangat membutuhkan talenta-talenta digital seperti yang dilahirkan IDCamp. Fokus pemerintah selanjutnya adalah membangun ekosistem bagi para SDM digital, termasuk membuat berbagai regulasi agar ekosistem digital tumbuh baik.

Mengapa Indonesia harus menjadi Digital Nation?

“Sebab pemerintahan yang berbasis digital sangat penting untuk memberi layanan yang lebih baik kepada masyarakat, termasuk memanage seluruh sumber daya yang dimiliki agar bisa dimaksimalkan bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Samy.

Sementara masyarakat secara rutin juga bakal disuguhi berbagai literasi digital melalui berbagai media agar siap mengikuti transformasi digital yang dijalankan pemerintah.

Menurut Samy, selama pandemi corona, demand terhadap transformasi digital justru meningkat karena masyarakat semakin terbiasa berkegiatan secara daring. Oleh sebab itu Samy berharap agar Indosat Ooredoo mempercepat pembangunan jaringan agar semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan koneksi internet.

“Mari kita bangun ruang digital kita menuju Indonesia Digital Nation dengan seribu mimpi, seribu karya, seribu inovasi untuk satu Indonesia Raya,” pungkasnya.

Senada Samy, Hari Santosa Sungkari mengaku bangga melihat para lulusan IDCamp 2019 dari berbagai daerah.

Menurutnya, seluruh bangsa Indonesia juga harus bangga karena pertumbuhan digital Indonesia tertinggi di Asia. Bahkan di tahun 2019, Jakarta dinobatkan sebagai The Next Challenge Ecosystem of The World.

“Kita telah menjadi bagian dari negara startup dunia. Kita harus bangga karena Jakarta sejajar Helsinki, Guangzhou dan Melbourne,” katanya.

Sementara Arief Musta’in memaparkan bahwa IDCamp 2019 merupakan komitmen Indosat Ooredoo yang terpanggil ikut berkontribusi dalam program nasional mencetak 1.000 startup.

“Kami bakal teruskan IDCamp melalui program IDCamp 2020 agar semakin banyak generasi muda yang menguasai bahasa masa depan yaitu coding,” tegasnya sembari mengabarkan beasiswa IDCamp 2020 bakal diberikan kepada lebih dari 40 ribu talenta digital.

IDCamp Indosat Ooredoo

President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Abdulaziz AA Al-Neama (dua dari kiri) bersama perwakilan komunitas developer.(Humas Indosat Ooredoo)

President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Abdulaziz AA Al-Neama, menegaskan bahwa Indosat Ooredoo sebagai operator digital terkemuka dengan bisnis utama memberi solusi digital di Indonesia, bakal terus berperan aktif membangun dunia digital Indonesia dengan semangat ‘Rising up Indonesia’ melalui program edukasi yang menghasilkan para talenta muda kreator solusi digital.

“IDCamp bakal terus kami jalankan sebagai wujud kepedulian sosial untuk meningkatkan dan memperkaya kualitas kehidupan masyarakat. Program ini kami harapkan dapat mencetak para developer muda bersertifikasi yang tidak hanya mampu membangun ekosistem digital Indonesia, tapi juga mampu bersaing di dunia digital global,” pungkas Ahmad.(hps)