Gubernur Khofifah Kampanye Belanja Produk Lokal UMKM 

November 15, 2020

Gubernur Khofifah mengunjungi galeri batik sebang Banyuwangi didampingi Kakanwil BI Jatim Difi Johansyah, dalam kampanye produk lokal dan nggowes, Sabtu (14/11/2020)

Banyuwangi, pmp –  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengkampanyekan belanja produk UMKM secara prokes (protocol kesehatan) dengan tetap menggunakan masker dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Kegiatan kampanye bersepeda (nggowes) dengan bagi-bagi masker dan sembako pada Sabtu (14/11/2020) ini juga mengunjungi galeri produk batik seblang khas Banyuwangi.

“Pembagian masker dan pembagian sembako ini sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak karena pandemi Covid-19 sementara belanja UMKM menjadi pengungkit pergerakan ekonomi masyarakat,” kata Khofifah usai nggowes.

Tampak dalam rombongan gowes Gubernur Jatim seperti Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono,  Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kepala Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah, Kepala Regional OJK 4 Jatim Bambang Mukti Riyadi  dan berbagai instansi vertikal lainnya serta OPD  Pemprov Jatim.

Pemulihan Ekonomi

Gubernur Khofifah mengingatkan tentang industri pasca panen agar Masyarakat Jatim  lebih sejahtera. Ia menyarankan agar masyarakat tidak hanya proses menanam dan memanen saja, tapi bisa memulai dari proses tanam, petik, olah, kemas, dan jual. “Saya berharap masyarakat  tidak hanya tanam dan jual di pasar, tapi bisa tanam, petik, olah, kemas, dan jual. Kalau tanam saja dan jual maka tidak bisa memberi nilai tambah yang cukup,” ungkap Khofifah.

Gubernur perempuan pertama Jatim ini mengatakan di masa pandemi ini pemerintah terus memotivasi masyarakat melalui mendorong pergerakan ekonomi agar tetap sehat.  Salah satunya, dengan bersepeda mengungkit potensi potensi lokal Banyuwangi yang  menjadi salah satu destinasi prioritas sektor wisata.

GUbernur Khofifah nggowes bareng didampingi Bupati Banyuwangi Azwar Anas (kanan).

“Banyuwangi menempati urutan nomor 3  sektor wisata tujuan berlibur  di masa pandemi Hal ini akan mendorong  sektor riil di Banyuwangi terus bergerak. Salah satu syarat agar ekonomi suatu wilayah bisa bergerak adalah masyarakatnya patuh terhadap protkes,” katanya.

Khofifah mengapresiasi masayarakat Banyuwangi dan pelaku ekonomi terutama hotel dan restoran sangat patuh terhadap protkes. Bukan hanya pelakunya tapi juga pengunjung harus taat protkes. “Hanya dengan cara ini pola adaptasi baru di masa pandemi COVID-19 bisa dilaksanakan, sehingga pandemi bisa berhenti penyebarannya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah juga menyerahkan secara simbolis 12.062 bidang Sertifikat Program Strategis Nasional. Dilanjutkan dengan penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, Kredit Program Dana Bergulir dan PEN, Kartu OPOP Jatim Berdaya dan Program Satu Rekening Satu Pelajar ( KEJAR ), serta penyaluran KUR dari bank Pemerintah kepada pelaku usaha mikro.

Secara khusus Khofifah juga menyerahkan bantuan 10.000 batang bibit kopi, 5000 batang bibit kelapa Genjah, alat pengolahan dan alat sangrai kopi senilai Rp 287 juta. (hps)