PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

PT Garam Gandeng ITS Genjot Produksi Garam Lokal

Dirut PT Garam Achmad Ardianto (kiri) bersama Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng usai penandatanganan kerjasama di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS, Kamis (3/12/2020).

Surabaya, pmp – PT Garam (Persero) gandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)  menIngkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi guna mendorong industri garam di Indonesia.

“Industri garam di Indonesia menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat,” kata Direktur Utama PT Garam (Persero) Achmad Ardianto usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS, Kamis (3/12/2020).

Didi, panggilan akrab Achmad Ardianto mengatakan persoalan yang dihadapi industri garam nasional hingga kini kualitas garam  belum maksimal dan ketidakstabilan harga garam produksi lokal seringkali membuat banyak pihak beralih menggunakan garam impor. Karena itu, perlu upaya lebih untuk membangun suatu ekosistem garam nasional yang dapat menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Sebagai salah satu mitra strategis petambak garam di Indonesia, PT Garam (Persero) mencanangkan kolaborasi dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS melalui Direktorat Kerjasama dan Pengelola Usaha (DKPU) ITS. “Diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, salah satunya ITS untuk menciptakan produk berkualitas premium dan memiliki ekosistem yang bagus,” ungkap Didi.

Baca Juga :   Mahasiswa ITS Rancang Aplikasi Anti COVID-19, Rapid Test Bisa di Rumah

Bentuk kolaborasi tersebut ialah melakukan pemetaan leveling dengan menggunakan teknologi pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan pemetaan terestrial yang akan dilaksanakan oleh Pusat Penelitian Sains Teknologi Kelautan dan Kebumian DRPM dan Departemen Teknik Geomatika ITS di bawah koordinasi DKPU ITS.

Pemetaan yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengolahan garam ini akan dilakukan pada lahan seluas 1.100 hektare di Kabupaten Sampang dan lahan seluas 2.500 hektare yang berlokasi di Kabupaten Sumenep milik PT Garam (Persero).

Baca juga: Presiden Jokowi Harapkan ITS Jadi Garda Depan Pengembangan Teknologi

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menjabarkan bahwa kegiatan kerja sama ini akan segera dilaksanakan pada akhir Desember 2020. “Pada waktu tersebut proses produksi garam sedang berhenti sementara, sehingga lahan bisa dimanfaatkan untuk proses pemetaan leveling,” terang rektor yang akrab disapa Ashari ini.

Baca Juga :   Perkenalkan Nata de Legen, Nata Berbahan Dasar Legen Karya ITS

Tidak berhenti di situ, dalam penandatanganan nota kesepahaman ini dibahas pula berbagai peluang lain yang akan menjadi bentuk kerja sama ke depannya. Agenda yang pertama ialah proses pengawasan dan otomasi pintu air irigasi pada PT Garam (Persero) yang akan dilakukan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Mechatronics and Industrial Automations di bawah koordinasi DKPU ITS.

Selain itu, ada topik potensi pemanfaatan limbah bittern (air tua) dalam mendukung upaya zero and safe waste discharge dari proses pengolahan di PT Garam (Persero) yang akan dapat diaktualisasikan oleh Pusat Penelitian Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan DRPM ITS di bawah koordinasi DKPU ITS.

Terakhir, akan ada juga analisa kajian risiko kawasan dan mitigasinya beserta kajian penataan kawasan pada PT Garam (Persero) yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim DRPM ITS di bawah koordinasi DKPU ITS.

Baca Juga :   Vas Beton Ramah Lingkungan ITS, Memanfaatkan Limbah Bakar Batu Bara Pembangkit

Menyambut aneka kerja sama strategis dengan tangan terbuka, Ashari berharap agar ITS dapat terus menyebarkan bibit kebaikan dan hal yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia maupun untuk institusi sendiri.

“Masih banyak hal yang bisa dilakukan, semoga kerja sama berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ucap guru besar Teknik Elektro ITS. (gdn)