PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Polkam

Prabowo Merasa Dikhianati Edhy Prabowo, Balasan Anak yang Diangkat dari Selokan

Edhy Prabowo dan Prabowo Subianto
Edhy Prabowo dan Prabowo Subianto (Facebook/Tb Ardi Januar)

Jakarta, pmp – Hashim Djojohadikusumo (Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra) mengatakan bahwa Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra) sangat marah dan merasa dikhianati Edhy Prabowo, mantan ajudan Prabowo dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang kini dikandangi KPK atas dugaan korupsi benih lobster.

“Pak Prabowo sangat marah, sangat kecewa, merasa dikhianati. Dan terus terang saja, dia bilang ke saya secara bahasa Inggris, dia sangat kecewa dengan anak yang dia angkat dari selokan 25 tahun lalu dan ini balasannya ke saya,” kata Hashim yang juga adik kandung Prabowo Subianto seperti dikutip Antara, saat jumpa pers terkait skandal ekspor benih lobster yang melibatkan Edhy Prabowo, di Pantai Mutiara, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga :   Menteri Trenggono Sebut Lumbung Ikan Nasional Berpotensi Serap 33 Ribu Tenaga Kerja

Menurut Hashim, dia dan Prabowo dalam keseharian memang berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

I pick him up from the gutter and this is what he does to me,” kata Hashim menirukan ucapan Prabowo.

Hashim mengaku kenal baik dengan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang mulai berjumpa 25 tahun lalu. “Waktu itu Edhy Prabowo adalah seorang pengangguran yang berperilaku baik,” katanya.

Kasus penangkapan Edhy oleh KPK telah mempermalukan Prabowo dan tentu saja Partai Gerindra yang mendapat penghargaan sebagai partai politik paling informatif menurut Komisi Informasi (KI), serta mendapat penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2020 yang diserahkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Baca Juga :   Penerimaan Negara Bukan Pajak Perikanan Tangkap 2020 Lampaui 2019

“Kami dapat penghargaan. Tapi penghargaan itu tidak disebut-sebut (lagi) oleh media karena skandal itu,” kata Hashim.

Dipecat dari Militer

Jika merunut sejarah, Edhy awalnya adalah pesilat yang kemudian meniti karier di dunia militer pada 1991 saat masuk Akabri di Magelang.

Pada suatu saat, Edhy diperkenalkan dengan Prabowo Subianto yang masih berpangkat Letkol dan menjabat Dangrup III TNI AD. Mereka berkenalan di sebuah pesta di bilangan Pantai Ancol.

Sayang, karier Edhy di militer hanya bertahan dua tahun karena dipecat dari kesatuan. Prabowo pun menampung Edhy yang kemudian dibiayai menimba ilmu di Fakultas Ekonomi Universitas Moestopo Jakarta.

Seiring berjalannya waktu, Edhy kemudian menjadi orang kepercayaan Prabowo. Dialah yang mendampingi Prabowo saat berdomisili di Jerman dan Yordania.

Baca Juga :   Perang Modern Diawali Bombardir Isu, Perang Militer Bombardir Senjata (Bag 3)

Kini sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Hashim bertekad mengawasi seluruh kader Partai Gerindra. “Kalian semua, saya pribadi, Hashim akan mengawasi semua kader-kader di Indonesia,” tegasnya.(bim)