PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Polkam

Pilkada Serentak Jatim Habiskan 21 Juta Sarung Tangan

Surabaya, pmp – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur menyiapkan sekitar 21 juta sarung tangan plastik maupun karet (lateks) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 19 kabupaten/kota pada Rabu ini sebagai penerapan protokol kesehatan berlapis di semua tempat pemungutan suara (TPS).

“Penerapan protokol kesehatan harus benar-benar dilaksanakan di seluruh TPS. Seperti disediakannya satu bilik suara khusus di setiap TPS untuk pemilih yang suhu badannya berada di atas 37,3 derajat celcius,” kata Miftahur Rozaq, anggota KPU Jatim Divisi Perencanaan dan Logistik, Rabu (9/12/2020).

Menurut Miftahur, berdasarkan data terakhir KPU Jatim, jumlah TPS  di 19 kabupaten/kota mencapai 48.464 unit dan di setiap TPS maksimal 500 pemilih.

Baca Juga :   Moh Qosim: Bismillah Jadi Cabup Gresik Ini Ibadah, PKB Titipan Gus Dur

Jumlah kebutuhan alat kesehatan untuk seluruh TPS di Jatim meliputi 49.320 sarung tangan karet atau lateks dan 20.795.700 sarung tangan plastik, 146.740 masker sekali pakai dan 269.616 masker kain, 610.476 face shield, 54.878 semprotan atau sprayer, 47.117 unit thermo gun,  48.348 baju hazmat, serta 406.376 tisu towel sheet.

“Untuk kebutuhan perbekalan kesehatan, 99.134 sabun pencuci tangan, 61.008 unit disinfektan dan 50.610 cairan pembersih tangan. 117.264 kantong plastik sampah dan 90.957 unit tempat air berkeran,” tambahnya.

Baca juga: Khofifah Imbau Besok Jangan Golput, Wajibkan Protokol Kesehatan Berlapis

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan Taruna Siaga Bencana untuk mengingatkan protokol kesehatan dan disebar ke sejumlah TPS yang dinilai rawan saat Pilakada serentak hari ini.

Baca Juga :   Dana Rp 9,1 Triliun Pilkada 2020 Dibekukan, Mendagri Tambah Rp 5,1 Triliun Pengadaan APD

“Tim bertugas mengingatkan tetap terapkan protokol kesehatan saat proses hari ‘H’ pemungutan suara,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Pihaknya juga meminta penyelenggara Pilkada serentak di 19 Kabupaten/Kota se-provinsi setempat menerapkan protokol kesehatan berlapis.

Menurut Khofifah, pelonggaran terhadap protokol kesehatan, baik saat pencoblosan, penghitungan maupun usai penghitungan seperti syukuran kemenangan bisa memunculkan risiko serius kemunculan klaster-klaster baru penularan COVID-19.

“Semua harus sadar betul bahwa COVID-19 masih ada. Penerapan protokol kesehatan berlapis wajib diperhatikan oleh penyelenggara pemilu, peserta pemilu, maupun pemilih,” ucapnya.

Khofifah mengatakan, sosialisasi protokol kesehatan seperti 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan tetap harus terus dilakukan.

Baca Juga :   Hore, Mantan Terpidana Korupsi Boleh Jadi Calon Pilkada Serentak 2020

Khofifah mengilustrasikan jika tahapan yang berlangsung mulai pagi hingga malam, maka penyelenggara harus memikirkan cara mengedukasi masyarakat agar tidak berkerumun.

Pilkada Serentak di Jatim 9 Desember 2020 digelar di 19 kabupaten/kota, yakni Kota Surabaya, Blitar, Pasuruan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Kediri, Gresik, Jember, Lamongan, Malang, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo, Kabupaten Sumenep, Trenggalek dan Tuban.(bim)