PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

Langgeng Makmur Optimis Proyek Infrastruktur 2021 Pacu Penjualan Naik 10%

Surabaya, pmp – PT Langgeng Makmur Industri Tbk, produsen pipa, fitting dan peralatan rumah tangga, optimis tahun depan kinerja perseroan bakal mengalami pertumbuhan 10% seiring dibukanya kembali proyek-proyek infrastruktur yang tahun ini ditunda karena pandemi COVID-19.

“Tahun depan anggaran pemerintah yang telah disiapkan untuk proyek infrastruktur dan air bersih mencapai Rp 400 triliun. Kami melihat ada peluang penjualan pipa yang cukup tinggi, sehingga 2021 kami optimis target pertumbuhan 10% bisa tercapai,” kata Kosasih Koenawan, Direktur Independen Langgeng Makmur, saat paparan publik perseroan di Surabaya, Jumat (11/12/2020).

Kosasih mengakui kondisi 2020 cukup berat sehingga menekan kinerja perusahaan. Tercatat tingkat utilisasi relatif rendah dibanding sebelumya, di mana divisi aluminium di kisaran 50%- 60%, sedangkan divisi pipa dan fitting hanya 20%-30%.

“Proyek infrastruktur yang banyak ditunda langsung berdampak pada utilisasi pipa dan fitting. Selama 2020 tak ada investasi besar karena kami berusaha keras tetap bertahan di tengah pandemi,” katanya.

Sampai September 2020, realisasi penjualan emiten dengan kode LPMI ini mencapai Rp 367,2 miliar. Perseroan menargetkan hingga akhir 2020 penjualan bisa mencapai Rp 498,7 miliar.

Proyeksi penjualan tahun ini pun lebih rendah dibandingkan kinerja 2019 yang mampu mencapai Rp 518 miliar atau naik 14% dibandingkan penjualan 2018 yakni Rp 456 miliar.

Penjualan domestik masih mendominasi kinerja perseroan tahun lalu dengan kontribusi Rp 513 miliar atau naik 14% dibandingkan penjualan 2018 sebesar Rp 450 miliar. Sedangkan penjualan ekspor  turun 20% menjadi  0,308 juta dollar AS dibanding ekspor 2018 yang mencapai 0,383 juta dollar AS.

“Tahun depan kami akan meningkatkan pangsa pasar ekspor dengan menambah beberapa buyer baru di beberapa negara seperti Timur Tengah, Eropa dan Asia. Harapannya kinerja ekspor bisa tumbuh 10%, meski kontribusi ekspor bagi total penjualan perseroan masih kecil yakni 2%-3%,” kata  Henri Subiyanto , Corporate Secretary LMPI.

Selain peningkatan pasar ekspor, perseroan akan meningkatkan sarana dan prasarana produksi, serta menjaga kualitas mulai dari proses produksi sampai barang jadi.

“Inovasi produk akan terus dilakukan, terutama memproduksi produk yang sesuai kebutuhan pasar dan tren terbaru,” pungkas Henri.(hps)