PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Polkam

Clinton dan Obama Hujat Trump, Politik Beracun Picu Penyerbuan Gedung Kongres

Capitol Hill
Pendukung Trump merangsek masuk Gedung Capitol Hill memprotes pengesahan hasil Pilpres. (Erin Schaff – The New York Times)

Jakarta, pmp – Dua mantan Presiden AS, Bill Clinton dan Barack Obama, menghujat Presiden Trump yang mereka anggap pemicu penyerbuan ratusan massa pendukungnya ke Gedung Kongres Capitol Hill di Washington DC. Pernyataan-pernyataan bohong Trump telah menggerakkan massa untuk menghalangi anggota kongres mengesahkan hasil Pilpres AS yang dimenangi Joe Biden.

Amuk massa yang berhasil masuk ke Capitol Hill pada Rabu petang waktu setempat (6/1/2021), disebut sebagai sejarah memalukan dan telah menciderai demokrasi negara Paman Sam. Satu wanita dikabarkan tewas ditembak petugas saat berusaha merangsek masuk ke gedung bersejarah tersebut.

“Serangan itu dipicu oleh lebih dari empat tahun (kepemimpinan) politik beracun yang menyebarkan informasi yang salah dengan disengaja, menaburkan ketidakpercayaan dalam sistem, serta mengadu domba orang Amerika satu sama lain,” kata Clinton seperti dikutip CNN pada Kamis (7/1/2021).

Baca Juga :   Pria Kulit Hitam AS Ditembak Mati Polisi Atlanta, Gerai Wendy’s Dibakar Massa

Menurut Clinton, kerusuhan dipicu oleh Donald Trump dan para pendukungnya, termasuk banyak orang di kongres untuk membatalkan kekalahan Trump sebagai hasil Pilpres.

“Pemilu bebas, penghitungannya adil, hasilnya final. Kita harus menyelesaikan pengalihan kekuasaan secara damai atas amanat konstitusi kita,” tambah Clinton.

Barack Obama bahkan secara lebih tegas menyebut kebohongan-kebohongan yang terus disampaikan Presiden AS Donald Trump sebagai pemicu kerusuhan massa.

“Sejarah akan mengingat kekerasan yang terjadi di Capitol hari ini dipicu Presiden yang menjabat saat ini, yang terus berbohong tentang hasil pemilihan yang sah, sebagai momen yang sangat tidak menghormati dan memalukan bagi bangsa kita,” ucap Obama dikutip CNN, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga :   BTS Dukung Demo Antirasisme di AS, Menebar Kesadaran Black Lives Matter

Wapres Didesak Naik Lewat Amandemen

Karl Racine, Jaksa Agung Distrik Columbia, meminta Wakil Presiden Mike Pence mengajukan Amandemen ke-25 untuk mencopot Donald Trump dari jabatan presiden.

“Itu mengharuskan Wakil Presiden Pence bergerak dan mendapatkan mayoritas (suara) Kabinet atau mayoritas Kongres untuk segera mencopot Presiden karena dia jelas-jelas tidak layak untuk menjabat,” kata Racine.

Menurut Racine, Wapres Pence dianggap lebih layak mengemban posisi presiden dibandingkan Trump.

“Tidak peduli anda menyukai Wakil Presiden Pence atau tidak, faktanya dia lebih cocok untuk jabatan ini. Kami membutuhkan panglima tertinggi yang akan memenuhi tanggung jawab konstitusionalnya,” ujarnya kepada CNN.

Racine menegaskan bakal mendesak Wapres Pence untuk menyerukan Amandemen ke-25 yang bisa menjatuhkan presiden.

Baca Juga :   Presiden Trump Tetap Berambisi Perangi Iran

“Saya akan meminta Wakil Presiden Pence, silakan lanjutkan ke langkah berikutnya. Lakukan tugas konstitusional anda, lindungi Amerika, bela demokrasi dan serukan Amandemen ke-25,” tegas Racine.

Saat terjadi bentrok ketika massa pendukung Trump merangsek masuk Capitol Hill, Wapres Pence mengecam aksi  dan mengatakan bahwa para perusuh yang datang ke Gedung Capitol hanya mendatangkan malapetaka.

“Kalian tak akan menang,” katanya sembari menyebut kekerasan tak akan pernah menang melawan kebebasan demokrasi.

Menurut Pence, Gedung Capitol merupakan gedung bersejarah dan dunia akan menyaksikan kekuatan demokrasi AS.(bim)