PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Polkam

Panglima TNI Bakal Bombardir 210 RT Zona Merah COVID-19 di Jawa Timur

Panglima TNI tinjau Posko PPKM Mikro
Gubernur Khofifah dan Panglima TNI tinjau Posko PPKM Mikro di Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya Timur. (Humas Pemrpov Jatim)

Surabaya, pmp – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bakal menugaskan Pangdam V Brawijaya agar berkoordinasi dengan Kapolda Jatim untuk membombardir 210 RT kategori zona merah COVID-19 di Jawa Timur yang memiliki 93.206 RT, di mana tercatat kategori zona merah 210  RT,  zona orange 1.234 RT,  zona kuning 10.023 RT, serta  zon hijau 81.730 RT.

“Kita akan bombardir dan mengeroyok dengan melakukan pelacakan, mengisolasi, memperketat dan melakukan pembatasan sosial ditunjang peraturan dari pemerintah daerah setempat. Saya yakin lewat cara itu, 210 RT Zona Merah dengan sistem Kampung Tangguh berbasis RT bisa masuk dan menjadikan zona hijau,” kata Panglima TNI di Surabaya, Kamis (11/2/2021).

Panglima TNI didampingi Gubernur Khofifah Indar Prawansa dan jajaran Forkompinda Jatim, di antaranya Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, meninjau sejumlah tempat di Surabaya guna memastikan efektivitas pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro di Indonesia, khususnya Jatim yang telah dimulai 9 Februari 2021.

Baca Juga :   Khofifah Sebut Harlah ke-95 NU Momentum Teguhkan Komitmen Kebangsaan

Gubernur Khofifah mengajak Panglima TNI bersama jajaran pimpinan Mabes TNI meninjau Posko PPKM Mikro di Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya Timur. Mereka meninjau Ruang Isolasi yang ditempatkan di Balai RW, Dapur Umum, Lumbung Pangan, Posko UMKM, serta Posko Kesehatan.

“Pelaksanaan PPKM Mikro yang digaungkan oleh Presiden Jokowi telah diinisiasi di Jatim dengan melaksanakan Kampung Tangguh Semeru,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, Kampung Tangguh Semeru (KTS) sebenarnya embrio PPKM Mikro. Maka ketika KTS difungsikan menjadi PPKM Mikro,  secara otomatis KTS beserta para relawan dan satgas yang bertugas terkonversi  menjadi PPKM Mikro.

“Semuanya sudah menyatu di Kampung Tangguh Semeru dan kemudian dipertajam melalui PPKM Mikro. Terlebih setelah adanya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Berbasis Mikro,” ungkapnya.

Pelaksanaan Kampung Tangguh sebagai satuan terkecil penanganan COVID-19, selama ini telah berperan signifikan sehingga ketika diberlakukan PPKM Mikro bisa segera dikonversi karena berbagai persyaratan telah terpenuhi. Misalnya mereka telah  melakukan edukasi dan  disiplin prokes, atau isolasi skala mikro secara bergotong-royong.

Baca Juga :   Penambahan Harian COVID-19 Pecah Rekor Lagi, Dilaporkan 11.557 Kasus Baru

Kampung Tangguh yang saat ini disebut PPKM Mikro di Jatim memiliki beberapa indeks ketangguhan yang bisa digunakan untuk mengukur kesiapan pelaksanaannya. Salah satu indeksnya adalah Tangguh Logistik, Tangguh SDM, Tangguh Informasi, Tangguh Kesehatan, Tangguh Keamanan dan Ketertiban, Tangguh Budaya dan Tangguh Psikologis.

Panglima TNI PPKM Mikro
Tenaga Tracer COVID-19 akan diperuntukkan memperkuat dan membantu RT yang masih berada di zona merah. (Humas Pemprov Jatim)

Panglima TNI Optimis

Gubernur Khofifah menyebut beberapa strategi agar KTS efektif yakni mengoptimalkan peran covid hunter, melaksanakan Posko Jaga Desa/Kelurahan di mana dalam pelaksanaan tugasnya melibatkan Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat.

Panglima TNI setelah menyaksikan langsung keterlibatan masyarakat dalam KTS atau Posko PPKM Kedung Baruk, mengaku yakin dan optimis kegiatan yang dimulai dari tingkat RT/RW bisa efektif menurunkan angka penyebaran COVID-19.

“Terlebih jika semua bahu membahu meningkatkan kewaspadaan agar membantu dan menjaga satu dengan lainnya. Tak hanya itu, kepedulian masing-masing masyarakat di lini terbawah menjadi modal penting agar penyebaran COVID-19 di Indonesia bisa berhasil ditekan bahkan di turunkan,” kata Panglima TNI.

Baca Juga :   5.444 Kasus Baru Positif COVID-19, Rekor Tertinggi di Indonesia

Panglima menyebut kedatangannya ke Jatim untuk melihat langsung tenaga Tracer COVID-19 untuk membantu hingga tingkat desa untuk melacak setiap kasus yang ada. Juga membantu kasus isolasi jika ditemukan masyarakat yang dinyatakan positif.

Mengingat KTS berbasis RT di Kedung Baruk telah berstatus zona hijau, maka tenaga Tracer COVID-19 akan diperuntukkan memperkuat dan membantu RT yang masih berada di zona merah. Sementara para satgas di RT yang telah dinyatakan zona hijau harus tetap melaksanakan tugas Protokol Kesehatan (Prokes).

“Setelah saya lihat tamu yang datang harus menggunakan masker dengan baik dan benar. Jika salah penggunaan akan diingatkan dan ditegur. Allhamdulillah di sini semua mematuhi sehingga hanya mengawasi saja,” katanya. (gdn)