PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Tren

Scott McTominay: Saya Muak Atas Pelecehan Rasial Axel Tuanzebe

Scott McTominay dan Axel Tuanzebe.
Axel Tuanzebe dan Scott McTominay. (manchestereveningnews.co.uk)

Jakarta, pmp – Scott McTominay (24), gelandang Manchester United, mengutuk pelecehan rasial yang diterima rekan setimnya Axel Tuanzebe (23) melalui media sosial. Selama dua minggu terakhir, beberapa pemain Premier League Inggris telah menjadi sasaran pelecehan rasial.

“Sejujurnya saya menjadi muak ketika Axel memberitahu tetang pelecehan rasial yang diterimanya pada keesokan hari setelah pertandingan,” kata McTominay seperti dirilis premierleague.com, Sabtu (13/2/2021).

Menurut McTominay, dirinya benar-benar marah karena Axel sudah seperti saudara laki-laki baginya. Maklum saja, McTominay dan Axel sama-sama didikan sekolah sepak bola Manchester United.

“Kami tumbuh bersama melalui sekolah yang sama. Kami telah bermain sepak bola bersama selama bertahun-tahun. Jadi pelecehan rasial itu telah membuatku marah,” tegas McTominay gusar.

Baca Juga :   Paul Pogba Positif COVID-19, Dicoret dari Timnas Perancis

Dia bahkan mengaku tidak pernah berpikir tentang latar belakang etnis seseorang.

“Saya tidak akan pernah berkata bahwa saya berkulit putih dan Axel berkulit hitam, sebab bagi saya tidak ada perbedaan di antara kami,” tambahnya.

Scott McTominay antirasialisme
“Saya tidak akan pernah berkata bahwa saya berkulit putih dan Axel berkulit hitam,” kata Scott McTominay. (premierleague.com)

Syukurlah kegusaran McTominay dan mereka yang antirasial diwadahi Premier League atau asosiasi sepak bola Inggris dengan menciptakan sistem pelaporan pelecehan rasial secara online.

Premier League membantu pemain, manajer dan anggota keluarga mereka yang menerima pelecehan rasial melalui daring. Setiap kasus bakal ditinjau dengan cepat, dilaporkan ke perusahaan media sosial terkait, diselidiki dan bakal diambil tindakan hukum.

Premier League dan seluruh klub juga mendorong para penggemar untuk ikut mengambil peran dalam memerangi rasialisme dengan melaporkan setiap tindak pelecehan rasial.

Baca Juga :   Salah Pemain Tercepat Non-Inggris Terlibat 100 Gol di Premier League

Sebagai bagian dari kampanye ‘No Room for Racism’ atau Tidak Ada Tempat Buat Rasisalisme, Premier League mendidik masyarakat tentang keragaman, inklusi dan rasisalisme. Bahkan telah membuat pembelajaran gratis melelaui program ‘Premier League Primary Stars’ untuk sekolah dan keluarga.

Pemain bintang seperti Dominic Calvert-Lewin (Everton), Conor Coady (Wolverhampton Wanderers), Hamza Choudhury (Leicester City) dan Michail Antonio (West Ham United) berbicara tentang dampak buruk rasialisme, serta menginspirasi dan memberi pemahaman para milenial tentang pentingnya keberagaman. (gdn)