PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Sehat Cantik Tren

Waspadai Kekurangan Zat Besi Bikin Anak Sulit Konsentrasi dan Bersosialisasi

Artis Alyssa Soebandono mendampingi putranya, Rendra belajar (Instagram @ichasoebandono)

Surabaya, pmp – Pakar gizi mengatakan kekurangan zat besi dapat menyebabkan anak kurang konsentrasi dan fokus, serta sulit bersosialisasi. Sayangnya, satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia (Riskesdas 2018), di mana 50%-60% kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi (Grantham-McGregor S, 2010).

“Kekurangan zat besi pada anak berpotensi menghambat pertumbuhan kognitif, motorik, sensorik, dan sosial anak. Jika tidak ditangani secara tepat, dampaknya bisa jadi permanen,” kata  Dokter Spesialis Gizi Klinis, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK dalam webinar nutrisi anak, Kamis (18/2/2020).

Dr Luciana yang juga President of Indonesian Nutrition Association (INA) mengatakan hal tersebut dapat dicegah dengan memberikan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam, dan susu.

“Memberikan makanan yang mengandung vitamin C juga penting untuk mendukung penyerapan zat besi,” kata Dr Luciana.

Selain berdampak pada pertumbuhan fisik anak, kekurangan zat besi turut mempengaruhi lima aspek tumbuh kembang anak, yakni kognitif, fisik, emosi, sosial dan bahasa.

“Selain nutrisi yang lengkap, stimulasi juga penting untuk mengasah potensi prestasi pada anak terutama dengan adanya berbagai tantangan saat ini. Pada kondisi seperti sekarang, orang tua dan anak harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru dan tidak menentu, sehingga anak dituntut untuk dapat berpikir cepat, tangguh, percaya diri, tumbuh tinggi, dan aktif bersosialisasi untuk dapat menjadi anak Generasi Maju,” papar Psikolog Anak & Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. pada kegiatan yang sama.

Alyssa Soebandono selebriti dan bunda dua orang anak pada kesempatan tersebut berbagi pengalaman dalam upaya pemenuhan nutrisi dan stimulasi anaknya, Rendra dan Malik, supaya bisa menjadi anak yang selalu aktif, mau belajar, dan ingin memenuhi rasa ingin tahunya.

“Situasi saat ini memang menantang tidak hanya untuk bunda tetapi juga untuk anak. Saya melihat sendiri bagaimana Rendra dan Malik berusaha untuk menyesuaikan diri dan tetap fokus saat belajar dan beraktivitas lainnya di rumah. Saya juga selalu berusaha mendampingi mereka supaya bisa membantu mereka tetap konsentrasi dan semangat saat belajar,” jelas Alyssa Soebandono.

Selain nutrisi, edukasi dan stimulasi untuk anak tidak kalah penting untuk mendukung anak menjadi generasi maju. Fakta ini yang mendorong  PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) yang memiliki misi untuk memberikan akses kemajuan bagi seluruh anak Indonesia berkomitmen untuk turut mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak agar cita-cita masa depan mereka dapat tercapai tanpa terkecuali.

“Kami ingin membantu orang tua memenuhi kebutuhan zat besi serta nutrisi penting lainnya untuk anak dan menghindarkan mereka dari dampak jangka panjang kekurangan zat besi,” ujar  Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor memperkenalkan SGM Eksplor Pro-gress Maxx. (hps)