PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Sehat Cantik Tren

Hasan Jadi Percaya Diri Berkat Asupan Tepat Zat Besi

Hasan SGM Explore
Hasan yang terbiasa ikut ayahnya Fuad Rezeki memberi pengajian, kini tak malu dan takut lagi tampil di depan banyak orang. (pmp-hapsah)

Semarang, pmp – Muhamad Fuad Hasan Habirrohman (4) begitu ceria duduk di pangkuan ayahnya Fuad Rezeki (30) yang sedang memberi tauziah di hadapan para jemaah. Beberapa kali suara cedalnya lantang ikut melantunkan bacaan doa dan sholawat selama pengajian yang digelar di rumahnya, di kawasan Perumahan Mijen Harmoni, Mijen, Semarang, Jawa Tengah.

“Hasan (panggilan Muhamad Fuad Hasan Habirrohman) sudah terbiasa ikut Ayahnya memberi pengajian. Ia tak malu dan takut lagi tampil di depan banyak orang,” kata Windy Ernaeny (30) ibunda Hasan, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (20/3/2021).

Ibu dua anak Hasan dan Husna (1 bulan) ini mengaku, dulu putra pertamanya itu sangat sensitif dan sulit bergaul dengan orang lain sehingga tak pernah bisa lepas dari dirinya. Sang suami yang berprofesi ustaz, kemudian sering mengajak Hasan kecil menghadiri pengajian agar terbiasa bertemu dan bersosialisasi dengan orang lain.

“Alhamdulillah, sekarang Hasan jadi anak yang lebih ceria dan gampang kenal orang. Aktivitas geraknya banyak sehingga selama pandemi ini saya membatasi kegiatan di luar untuk mendampinginya belajar di dalam rumah,” kata Fuad.

Selain aktif memantau tumbuh kembang dan mencermati faktor psikologis anak-anaknya, menurut Windy, dirinya sangat memperhatikan asupan nutrisi mereka. Apalagi dulu Hasan tergolong susah makan. Lagi-lagi, ia bersama sang suami berusaha maksimal meluangkan waktu makan bersama agar Hasan memiliki rasa  senang saat waktu makan tiba.

“Sekarang mulai bayam, wortel, kentang hingga brokoli menjadi kesukaannya. Kalau keju jangan ditanya, itu sudah menjadi favoritnya sejak kecil,” kata Windy sembari menyebut Hasan minum susu SGM Eksplor sebanyak 3 gelas hingga 4 gelas dalam sehari.

Hasan SGM Explore
Windy Ernaeny (30) dan Hasan, yang dulu sangat sensitif dan sulit bergaul dengan orang lain. (pmp-hapsah)

Zat Besi Unsur Sel Darah Merah

Asupan nutrisi memang faktor penting dalam masa pertumbuhan anak-anak, khusuanya di usia balita. Menurut President of Indonesian Nutrition Association (INA), Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK, satu piring porsi anak hendaknya mencukupi sayuran 30%, lauk seperti daging merah, ikan, telur, kacang 35%, serta makanan pokok 35% seperti nasi, kentang, atau jagung. Komposisi itu penting untuk menghasilkan energi yang digunakan metabolisme basal, aktivitas fisik, serta pertumbuhan anak.

Ketiganya harus diperhatikan dalam melengkapi asupan nutrisi anak agar berbagai zat gizi bisa terpenuhi dengan menyajikan makanan yang bervariasi.

Baca Juga :   Taman Prestasi Sahabat Bantu Ortu Asah Potensi Anak

“Salah satu zat gizi penting yang harus terpenuhi adalah zat besi karena merupakan unsur sel darah merah. Jika kekurangan zat besi dampaknya sel darah merah yang diproduksi akan menjadi kecil dan pucat sehingga menyebabkan anemia, di mana kadar hemoglobin rendah,” kata Dr Luciana yang juga Dokter Spesialis Gizi Klinis saat webinar nutrisi anak dan peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx, pada Kamis (18/2/2021).

SGM Explore
Webinar nutrisi anak dan peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx, pada Kamis , 18 Februari 2021. (Humas SGM)

Kualitas Generasi Emas Indonesia

Persoalan yang kini muncul, satu dari tiga anak Indonesia yang berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia (Riskesdas 2018), di mana 50%-60% disebabkan kekurangan zat besi (Grantham-McGregor S, 2010). Data ini tentu saja membuat miris karena berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, serta tentunya berpotensi memengaruhi kualitas Generasi Emas Indonesia.

Dr Luciana mengatakan, kekurangan zat besi memang dapat menyebabkan anak kurang konsentrasi dan fokus, serta sulit bersosialisasi. Sementara anemia berpotensi mengakibatkan dampak jangka pendek maupun panjang.

Akibat jangka pendek di antaranya:

  1. Perkembangan otak terhambat,
  2. Risiko diare dan ispa (infeksi saluran pernapasan atas) meningkat,
  3. Perkembangan motorik terganggu,
  4. Perkembangan koordinasi terganggu,
  5. Gangguan pola tidur.

Jika akibat jangka pendek tidak segera diterapi dan diobati bakal berdampak jangka panjang seperti:

  1. Kognitif dan performa edukasi menurun,
  2. Imunitas menurun (gampang terinfeksi penyakit),
  3. Kapasitas kerja menurun,
  4. Keterbatasan aktivitas fisik.

Menurut Dr Luciana, selain mengonsumsi sumber makanan yang mengandung zat besi, bakal lebih sempurna jika ditambah mengonsumsi vitamin C untuk mendukung penyerapan zat besi.

“Sekarang dengan perkembangan teknologi lebih dimudahkan untuk mendapatkan makanan yang diperkaya guna memenuhi kebutuhan asupan nutrisi ,” kata Dr Luciana.

Anemia Juga Berdampak Psikologi

Lalu bagaimana kekuarangan zat besi terhadap pertumbuhan dan perkembangan psikologi anak?

Menurut Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi, psikolog anak dan keluarga, kekurangan zat besi yang menjadi salah satu penyebab anemia bakal berdampak pada psikologi anak, sebab kekurangan zat besi sangat mempengaruhi tiga aspek pertumbuhan anak, yakni aspek fisik motorik (tumbuh tinggi), kognitif bahasa (konsentrasi, menangkap informasi, daya ingat), serta aspek sosio emosional (mengenali dan mengendalikan emosi diri, percaya diri dan kemampuan bersosialisasi).

Baca Juga :   Taman Prestasi Sahabat Bantu Ortu Asah Potensi Anak

“Ketiga aspek tumbuh kembang ini akan memengaruhi lima potensi prestasi anak yang dibutuhkan untuk menjadi Generasi Maju, yakni tumbuh tinggi, berpikir cepat, percaya diri, aktif bersosialisasi dan tangguh,” kata Anna Surti Ariani.

Oleh sebab itu Anna berharap para orang tua perlu memberi stimulus yang tepat kepada buah hatinya guna mengoptimalkan potensi prestasi dan tumbuh kembang anak.

Berikut tips jitu stimulasi buat Si Kecil dari Anna:

  1. Tumbuh tinggi : penuhi kebutuhan gizi termasuk zat besi dan vitamin C , memberi ruang aman untuk bergerak, perbanyak aktivitas fisik, bergerak kreatif, Libatkan dalam kegiatan rumah tangga, Ajari aktivtas bantu diri.
  2. Berpikir cepat : ajak mengobrol, bacakan buku, ajak mengamati lingkungan,  ajari bicara, ajak bermain teka teki.
  3. Percaya diri : buat relasi bangga, beri kesempatan memilih, beri pujian spesifik pada perilakunya, dorong untuk hadapi kesulitan, kurangi celaan dan kemarahan berlebihan.
  4. Aktif bersosialisasi : rajin lakukan kontak mata dengan anak, ajak si kecil mengobrol, beri respon positif saat ia bergaul, ajari menebak emosi orang lain, lakukan roleplay.
  5. Tangguh : bersabar menunggu si kecil berproses, beri konsekuensi dari perbuatannya, tingkatkan target kemampuan bertahap dan beri apreasiasi, jadi contoh pribadi yang tangguh, ajari cara mengatasi stress.
Alyssa SGM Explore
Artis Alyssa Soebandono mendampingi putranya, Rendra belajar (Instagram @ichasoebandono)

Pentingnya IronC di SGM Eksplor

Melihat pentingnya asupan zat besi bagi anak-anak, PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) yang memiliki misi memberikan akses kemajuan bagi seluruh anak Indonesia, berkomitmen untuk turut mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak agar cita-cita masa depan mereka dapat tercapai tanpa terkecuali.

“Kami percaya kemajuan bangsa Indonesia di masa depan bergantung pada kualitas anak-anak masa kini. Terlebih saat ini anak-anak Indonesia butuh bantuan dalam mengatasi tantangan kesehatan, seperti kondisi kekurangan zat besi. Sarihusada melalui SGM Eksplor berinovasi dan meluncurkan formula terbaru SGM Eksplor, yaitu SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC,” ujar Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor.

Formula SGM Eksplor Pro-gress Maxx diperkaya oleh IronC, sebuah kombinasi zat besi dan vitamin C dalam rasio molar yang telah disesuaikan guna memberi asupan zat besi kepada anak dan memastikan asupan tersebut dapat terserap dengan optimal.

Baca Juga :   Taman Prestasi Sahabat Bantu Ortu Asah Potensi Anak

“Selain IronC, SGM Eksplor Pro-gress Maxx juga dilengkapi oleh nutrisi penting lainnya seperti minyak ikan, Omega 3 & 6, serta tinggi akan protein, kalsium, vitamin D, serat pangan dan zinc guna dukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia,” tambah Astrid.

Pada kesempatan sama, Alyssa Soebandono, selebriti dan bunda dua anak, Rendra dan Malik, juga menyampaikan harapan dan pengalaman terkait pemenuhan nutrisi dan stimulasi anak.

“Situasi saat ini memang menantang tidak hanya untuk bunda tetapi juga untuk anak. Saya melihat sendiri bagaimana Rendra dan Malik berusaha menyesuaikan diri dan tetap fokus saat belajar dan beraktivitas lainnya di rumah. Saya juga selalu berusaha mendampingi mereka supaya bisa membantu mereka tetap konsentrasi dan semangat saat belajar,” jelas Alyssa Soebandono yang sangat teliti dalam hal asupan nutrisi kedua anaknya.

Akses Edukasi Tumbuh Kembang

Guna mendukung para orang tua mengoptimalkan potensi prestasi anak menjadi Generasi Maju, SGM Eksplor tidak hanya memberi akses nutrisi, tapi juga akses edukasi guna mendukung tumbuh kembang optimal anak.

“SGM Eksplor turut serta dalam memberikan akses edukasi melalui platform Sekolah Generasi Maju, Aplikasi Analisis Potensi Prestasi Anak Generasi Maju, dan Online Festival Generasi Maju. SGM Eksplor melanjutkan komitmen untuk memastikan orang tua Indonesia mampu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan membantu mewujudkan Generasi Emas 2045,” kata Astrid.

Pada platform Sekolah Generasi Maju, orang tua dapat menemukan berbagai informasi dan tips tentang stimulus yang tepat untuk anak-anak. Kemudian melalui aplikasi Analisis Potensi Prestasi Anak Generasi Maju, orang tua dapat memantau tumbuh kembang anak dalam mencapai potensi prestasinya melalui serangkaian pertanyaan.

Orang tua dapat dengan mudah mengakses konten Sekolah Generasi Maju dan perangkat Analisis Potensi Prestasi Anak Generasi Maju secara gratis di situs generasimaju.co.id.

Tak hanya itu, masih ada Online Festival Generasi Maju yang merupakan rangkaian acara di platform digital yang akan membahas topik-topik mengenai tumbuh kembang anak bersama para ahli.

“Kegiatan yang akan dimulai pada April 2021 bertujuan mengedukasi para orang tua untuk mendukung anak menjadi Generasi Maju,” pungkas Astrid. (hps)