PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

PLN Fokus Tambah Pembangkit Berbasis Hidro, Potensi Indonesia 9 Gigawatt

PLN telah mengembangkan PLTA dan PLTM total kapasitas 5.214 MW.
Sejauh ini PLN telah mengembangkan PLTA dan PLTM dengan total kapasitas 5.214 MW.(Humas PLN)

Jakarta, pmp – PT PLN (Persero) fokus menambah pembangkit berbasis hidro di sepanjang tahun 2021 untuk mendukung peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT) di sektor kelistrikan, di mana potensi pengembangan PLTA dan PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) di Indonesia mencapai kisaran 9 Gigawatt (GW).

Sampai Juni 2021, realisasi penambahan kapasitas PLTA dan PLTM telah mencapai 142,8 MW. Sementara pembangkit hidro yang mendapat Sertifikat Layak Operasi yaitu PLTM Cikaso 3 berkapasitas 9,9 MW, PLTM Cibuni Mandiri 2 MW, PLTM Cikandang 6 MW, PLTM Lawe Sikap 7 MW, PLTM Cibanteng 4,2 MW. Selain itu, PLTM Kumbi Sedau 0,9 MW, PLTM Gunung Wugul 3,3 MW, PLTM Parmonangan-2 10 MW, PLTM Pelangai Hulu 9,8 MW dan PLTA Malea 90 MW.

Baca Juga :   Listrik Gratis buat 100 Pelanggan Miskin, Kepedulian PLN Jatim

“Proyek-proyek ini merupakan wujud nyata transformasi PLN melalui aspirasi Green dengan terus meningkatkan bauran EBT dalam penyediaan listrik nasional,” ujar Agung Murdifi, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, di Jakarta, Senin (9/8/2021).

Menurut Agung, realisasi target masih dapat terus bertumbuh seiring perkembangan proyek pembangkit, mengingat RUPTL 2019 – 2028, potensi pengembangan PLTA dan PLTM di Indonesia mencapai kisaran 9 Gigawatt (GW) dan saat ini PLN telah mengembangkan PLTA dan PLTM dengan total kapasitas 5.214 MW.

“Dari total kapasitas Pembangkit EBT sebesar 7.999 MW yang saat ini beroperasi, porsi kapasitas pembangkit hidro (PLTA dan PLTM) merupakan penyumbang terbesar di antara pembangkit EBT lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :   Manfaatkan Gas Buang Pembangkit, PLN Produksi 2 Ton Oksigen per Hari untuk Pasien COVID-19

Guna mengoptimalkan potensi yang ada, lanjut Agung, perlu strategi pengembangan PLTA dan PLTM lewat skema murni yang dikembangkan oleh PLN, termasuk kerja sama atau sinergi BUMN seperti menggandeng Kementerian PUPR dalam pemanfaatan bendung atau waduk multiguna, atau kerja sama melalui skema IPP (swasta).

“PLN telah berkomitmen mendukung pengembangan energi bersih secara berkelanjutan ke depan. Semoga seluruh target tersebut dapat tercapai dengan baik,” tegasnya.

Beberapa proyek PLTA yang termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diharapkan beroperasi dalam waktu dekat juga menunjukkan perkembangan yang baik, seperti PLTA Jatigede berkapasitas 110 MW yang kini progresnya mencapai 86,06% dan PLTA Peusangan 1 & 2 berkapasitas 87 MW dengan progress di kisaran 87,02%.

Baca Juga :   Jakarta-Bali Mobil Premium Rp 1,1 Juta Mobil Listrik Rp 200 Ribu, PLN Dukung KBLBB

Terkait upaya pengembangan energi bersih yang berkelanjutan, PLN mengaku siap membuka peluang untuk bekerja sama dengan para pengembang dari dalam maupun luar negeri.

“PLN membuka peluang bagi pengembang atau investor, baik lokal maupun internasional dalam pengembangan pembangkit EBT Hidro dengan berlandaskan prinsip Good Corporate Governance (GCG)” ujar Agung.(hps)