PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Polkam

Berani Lawan Intoleransi, NU Jatim Jagokan KH Yahya Cholil Staquf Jadi Ketum PBNU

KH Yahya Cholil Staquf saat diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Wantimpres 2014-2019.(Instagram-@kemensetneg.ri)

Kediri, pmp – KH Marzuki Mustamar, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, menjagokan sosok yang berani melawan intoleransi dan radikal sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-34 mendatang dan sosok itu ada pada Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

“Kalau masih banyak aliran intoleransi radikal, memaksakan kehendak, lalu misal aliran itu masuk, tetap harus ada ketua NU (Ketua Umum PBNU) yang berani korbankan apapun untuk NKRI,” kata KH Marzuki Mustamar seperti dikutip Antara, setelah pelantikan pengurus PCNU Kediri 2021-2026, di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Rabu (13/10/2021).

Menurut Kiai Marzuki, secara kelembagaan PWNU Jatim memutuskan mendukung KH Yahya Cholil Staquf — akrab disapa Gus Yahya dan pernah menjadi juru bicara Presiden Gus Dur– sebagai calon Ketua Umum PBNU periode 2021-2026.

Baca Juga :   Yenny Wahid Pastikan Mayoritas Umat Islam Indonesia Moderat

“Secara umum NU ingin selamat, akidahnya selamat, lembaga selamat tidak diambil orang, ibadah juga tetap rajin, anak-anaknya selamat tidak kurang ajar, negara selamat tidak kena sistem yang ingin merebut NKRI dan Pancasila,” tegasnya.

Menurut Kiai Marzuki, NU bersyukur karena selama ini selalui muncul figur Ketua Umum atau Ketua Tanfidziyah PBNU sesuai perkembangan zaman yang tentu tidak lepas dari campur tangan Tuhan untuk memilihkan sosok pemimpin NU sesuai tuntutan zaman.

Mulai era kepemimpinan almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang saat itu mulai masuk bermacam-macam aliran internasional ke Indonesia. Selanjutnya era kepemimpinan almarhum KH Hasyim Muzadi yang banyak mendirikan pengurus cabang istimewa Nahdlatul Ulama.

Kemudian kepemimpinan KH Said Aqil Siradj yang kuat melawan aliran trans nasional dari ideologi asing yang seolah dipaksakan di Indonesia, di antaranya Wahabi.

Baca Juga :   Khofifah Sebut Harlah ke-95 NU Momentum Teguhkan Komitmen Kebangsaan

Kiai Marzuki mengaku tidak tahu tantangan seperti apa yang bakal dihadapi Indonesia ke depan, namun jika masih banyak aliran intoleransi dan radikal, maka dibutuhkan sosok kuat untuk melawannya dan KH Yahya Cholil Staquf yang kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bisa diandalkan.

Santer Nama-Nama Unggulan

Sementara itu KH Muhammad Ma’mun Mahfud, Ketua PC NU Kabupaten Kediri, mengamini pernyataan KH Marzuki Mustamar.

“Ke depan tidak tahu, tapi hari ini kan ada radikalisme dan orang-orang yang ingin mendongkel NKRI. Mereka tidak kuat tapi ngeyel (keras kepala),” kata Gus Ma’mun sapaan akrabnya.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada pertemuan membahas calon-calon Ketua Umum PBNU yang akan dimunculkan pada Muktamar 2021, namun dari berbagai aspirasi sudah santer disebut nama-nama yang diunggulkan.

Baca Juga :   Lakpesdam PWNU Jatim : Permenperin 3/2021 Tambah Kemiskinan dan Pengangguran

Kendati PWNU Jatim sudah memberi dukungan untuk Gus Yahya sebagai calon Ketua Umum PBNU, pihak PCNU Kabupaten Kediri belum membahasnya secara resmi.

“Kami masih pengumpulan data. Bahwa kemudian ada edaran dari PWNU Jatim yang sudah mendukung nama, hal itu belum disosialisasikan ke kami,” kata Gus Ma’mun.

PBNU bakal mengadakan Muktamar ke-34 NU di Lampung pada 23 – 25 Desember 2021 dengan protokol kesehatan ketat karena masih pandemi COVID-19. Muktamar akan berlangsung secara daring dan luring dan rencana pemilihan Ketua Umum PBNU menggunakan metode satu orang satu suara oleh para pemilik suara.(gdn)