Bisnis Emas Hartadinata Makin Berkilau

Oktober 28, 2017

Koleksi Hartadinata pada pameran perhiasan emas ‘Jewelry Fair 2017’, di Hotel Shangri-la, Surabaya, Kamis (26/10/2017). (hag)

Surabaya, pmp – PT Hartadinata Abadi Tbk, produsen perhiasan emas, makin gencar melakukan perluasan jaringan bisnis ritelnya setelah resmi meluncur di lantai bursa (go public) pada Juni 2017. Perusahaan berkode emiten HRTA ini tak ingin sekedar menjadi produsen dan wholesaler (grosir).

“Bisnis perhiasan merupakan bisnis fesyen. Kekuatannya ada pada kecepatan dalam menghasilkan desain terbaru,” kata Sandra Sunanto, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, pada pameran perhiasan emas ‘Jewelry Fair 2017’, di Hotel Shangri-la, Kamis (26/10/2017).

Menurut Sandra, PT Hartadinata Abadi Tbk memiliki tiga merek produk, yaitu Toko Emas ACC yang menyasar kelas menengah bawah, ‘Celine Jewelry’ yang menjual perhiasan emas dengan aksesori berlian dan tentunya menyasar kelas menengah atas. Serta ‘Claudia Perfect Jewelry’ yang juga menyasar kelas menengah atas dengan tambahan menyediakan fashion jewelry dan cincin perkawinan,

Saat ini, PT Hartadinata Abadi Tbk memiliki tiga pabrik pembuatan perhiasan di Jawa Barat dengan 600 jaringan toko perhiasan, termasuk di dalamnya 33 grosir.

“Selain 33 grosir dan 14 Toko Emas ACC, jaringan bisnis ritel kami sudah memiliki empat franchise (waralaba) Toko Emas ACC. Juga counter yang bekerja sama dengan Matahari Departemen Store untuk memudah akses pasar baru, seperti di Karawaci Jakarta, Tunjungan Plaza Surabaya, Kuta dan Makasar,” kata Sandra.

Untuk tahun 2018, perseroan akan lebih gencar memperluas jaringan ritel dengan menargetkan 20 franchise, serta 50 konter.

“Saat ini omset terbesar kami 40 persen berada di wilayah Jabar. Ke depan, incaran kami selain Jatim adalah Kalimatan dan Sumatera karena minat beli terhadap emas cukup tinggi,” katanya.

PT Hartadinata Abadi Tbk melaporkan laba bersih kuartal ketiga tahun 2017 sebesar Rp 95 miliar. Naik 28,4 persen dibandingkan periode sama tahun 2016 sebesar Rp 75 miliar. Total pendapatan pada kuartal ketiga tumbuh 13,1 persen, menjadi Rp 1,86 triliun dibandingkan periode sebelumnya.Target hingga akhir tahun, mampu mengumpulkan omset Rp 2,5 triliun, atau naik 12 persen dibanding omset tahun 2016 sebesar Rp 2,2 triliun. (hag)