HeadlineIndeksTren

Ini Tiga Pertarungan Kunci Final EURO 2020 Italia vs Inggris Nanti Malam

×

Ini Tiga Pertarungan Kunci Final EURO 2020 Italia vs Inggris Nanti Malam

Sebarkan artikel ini
Jorginho dan Mason Mount
Jorginho dan Mason Mount setelah sama-sama berjuang mempersembahkan gelar Liga Champions buat Chelsea, kini harus bertarung raih gelar EURO 2020.(getty image)

Jakarta, pmp – Pertarungan Italia vs Inggris di babak final EURO 2020 yang digelar di Stadion Wembley London pada Minggu malam atau Senin pukul 02.00 WIB (12/7/2021) bakal seru mengingat capaian kedua raksasa benua biru tersebut, Azzuri tak terkalahkan dalam 33 pertandingan sementara Three Lions hanya kebobolan 1 gol sepanjang turnamen atau enam laga.     

Maka bisa dipastikan pasukan Roberto Mancini maupun punggawa Gareth Southgate bakal sama-sama melangkah memasuki lapangan hijau dengan kepercayaan diri tinggi. Namun laga memaksa hanya salah satu yang bakal mengangkat piala kemenangan. Siapa bakal berjaya?

Berikut tiga pertarungan kunci Italia bs Inggris seperti dirilis uefa.com :

Federico Chiesa vs Luke Shaw

Luke Shaw (25) sangat hebat saat menyerang dari sayap kiri terutama saat Inggris menghancurkan Jerman dan Ukraina, di mana dia tercatat menempati peringkat tertinggi di antara punggawa Three Lions dengan menciptakan sembilan peluang.

Namun saat melawan Italia, pemain Manchester United ini harus dalam performa terbaiknya dalam bertahan untuk menghadang kegesitan Federico Chiesa yang sedang dalam performa terbaiknya.

Chiesa yang striker Juventus dan anak dari mantan striker top Azzurri Enrico Chiesa (50) memiliki kekuatan dan kecepatan, termasuk tembakan tajam seperti dua golnya, yakni tendangan laser dari sudut sempit yang membobol gawang Austria di babak 16 besar, kemudian tendangan melengkung sempurna yang mengandaskan Spanyol di semifinal.

Baca Juga :  Ini Jadwal 16 Besar Euro 2020, Partai Neraka Belgia-Portugal dan Inggris-Jerman

Apalagi pemain berusia 23 tahun itu telah membuktikan menjadi pemain besar di level klub dengan mencetak gol-gol penting musim lalu untuk Juventus di Liga Champions UEFA dan final Coppa Italia.

Akankah Chiesa bakal menorehkan gol emas melawan Inggris yang sejauh ini merupakan pertandingan terbesar dalam kariernya? Atau Shaw yang justru bakal kembali mencipta umpan matang buat Harry Kane atau Raheem Sterling?

Giovanni Di Lorenzo vs Raheem Sterling

Saat Raheem Sterling (26) berlaga di semifinal Piala Dunia FIFA 2018 bersama Inggris, setelah saat itu baru saja sukses besar memimpin Manchester City meraih gelar Liga Premier dengan 18 gol, Giovanni Di Lorenzo yang satu tahun lebih tua justru hanya menjadi penonton Piala Dunia 2018 dari rumahnya di provinsi Tuscany Italia.

Baca Juga :  Perancis vs Swiss : Malam Sulit buat Sang Juara Dunia

Maklum saja, saat itu Di Lorenzo yang bek kanan baru saja membawa Empoli promosi dari Serie B ke Serie A, setelah setahun sebelumnya masih bermain di divisi tiga Italia bersama Matera, tim spektakuler dari selatan Italia yang terkenal dengan ‘Città dei Sassi’ atau Kota Batu yang tak memiliki tradisi kejayaan sepak bola.

Di Lorenzo yang kini bermain untuk Napoli mulai diturunkan oleh Roberto Mancini setelah Alessandro Florenzi mengalami cedera betis pada pertandingan pembukaan melawan Turki dan dia menunjukkan penampilan menakjubkan. Malam tersulit Di Lorenzo tak lain ketikan harus melawan pemain muda Belgia Jeremy Doku.

Kini di babak final menghadapi Sterling, jelas Di Lorenzo bakal menghadapi penyerang yang jauh lebih mematikan dan salah satu pemain terbaik dengan pengalaman 29 kali menghadapi pemain bertahan berbagai negara dan merupakan rekor tertinggi di antara para pemain EURO 2020.

Gol Sterling bisa menjadi petakan bagi Italia, mengingat Inggris di turnamen ini tak pernah kalah setelah berhasil mencetak gol. Jadi tampaknya Di Lorenzo bakal perlu sedikit bantuan dari bek tengah Leonardo Bonucci untuk menghadang Sterling.

Baca Juga :  Notti Magiche! Italia Juara EURO 2020 Benamkam Impian Inggris di Wembley

Jorginho vs Mason Mount

Jorginho (29) dan Mason Mount (22) saling mengenal luar dalam setelah mereka sama-sama bahu membahu menggalang serangan di lini tengah Chelsea untuk memenangkan Liga Champions enam minggu lalu.

Mount tampaknya sangat menyadari bahwa irama permainan dan serangan Italia bakal bergulir dari kaki dan otak rekan setimnya di Stamford Bridge tersebut. Sebaliknya Jorginho justru mengaku sangat menghormati Mount yang ia gambarkan sebagai ‘selalu di posisi yang tepat’ dan seorang pemain yang ‘bekerja untuk seluruh tim’.

Jorginho tak mengada-ada, Mount memang gelandang pintar yang mampu menemukan ruang sekaligus cerdas dalam penguasaan bola dan itu dia buktikan saat membantu membelenggu Luka Modrić saat Chelsea melawan Real Madrid musim lalu.

Kini Mount jelas telah mendapatkan respek dan kepercayaan dari Southgate. Maka pertarungan Mount melawan Jorginho bakal menyuguhkan adu kecerdasan yang menarik di lini tengah karena keduanya sama-sama mengetahui teknik dan gaya masing-masing.

Kita tunggu saja, Mount atau Jorginho yang bakal mengawinkan gelar Liga Champions dan EURO 2020 di tahun ini.(gdn)