EkbisHeadlineIndeksMakro

BI Jatim Survei Penggunaan Mata Uang Lokal dalam Transaksi dan Investasi

×

BI Jatim Survei Penggunaan Mata Uang Lokal dalam Transaksi dan Investasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim.

SURABAYA, PMP – Bank Indonesia Jawa Timur melakukan survei untuk mendapatkan gambaran langsung di sektor riil terkait mitigasi risiko dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi dan menuntut respons kebijakan yang cepat dan tepat. Data dan informasi yang kredibel, handal, akurat, dan tepat waktu hasil survei diharapkan menjadi kunci dalam proses perumusan kebijakan dimaksud.

Sejalan dengan kegiatan tersebut BI Jatim memberikan apresiasi kepada responden survei dan kontak liaison yang telah memberikan data dan informasi.

“Bagi Bank Indonesia, responden bukan sekadar sumber data. Responden adalah strategic partner yang membantu memahami perekonomian Jawa Timur. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kerja sama para responden survei Bank Indonesia,” ucap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, dalam siaran pers Temu Responden dan Sosialisasi Local Currency Transaction (LCT) di Surabaya yang dikutip Kamis (3/9/2026).

Baca Juga :  Bank Indonesia Lanjutkan DP 0% Kredit Kendaraan Bermotor dan Properti di 2023

Bank Indonesia Jawa Timur melakukan 11 jenis survei untuk mendapatkan gambaran langsung di sektor riil.

“Data dari lapangan yang lengkap menjadi basis dalam diskusi kebijakan yang kami lakukan bersama Bank Indonesia,” tegas Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat memberikan Keynote Speech di hadapan pelaku usaha dan perwakilan akademisi, dalam acara temu responden dan sosialisasi LCT yang digelar Selasa (1/9).

Data realisasi dari beberapa lembaga yang diperkuat dengan hasil survei dan liaison menjadi gambaran lebih utuh mengenai kondisi perekonomian, sehingga asesmen yang disusun lebih komprehensif dan sangat bermanfaat dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Baca Juga :  Hanan Attaki: Muslim yang Ideal adalah yang Proporsional

Kegiatan yang dihadiri oleh 200 responden juga dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi Local Currency Transaction (LCT). Inisiatif penggunaan mata uang lokal untuk transaksi perdagangan dan investasi diharapkan dapat menjaga stabilitas Rupiah, mitigasi risiko kurs, dan memperkuat resiliensi pasar keuangan domestik.

Sosialisasi yang disampaikan dalam format talk show dengan narasumber Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede; Deputi Direktur Departemen Internasional Bank Indonesia, Elyana K. Widyasari; dan Kepala Bidang Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I, Bagus Sulistijono, memperkuat pemahaman responden tentang tantangan dan peluang ekonomi termasuk mitigasi risiko transasksi di tengah kondisi saat ini.

Selain itu, pelaku usaha dapat memanfaatkan penggunaan LCT melalui bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) dengan dukungan kepabeanan dalam perdagangan internasional. Terlebih lagi, saat ini sudah terdapat kerja sama Local Currency Transaction dengan enam negara, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-63, Bank Jatim Sukses Selenggarakan Open Golf Tournament 2024

Sebagai bagian dari penguatan layanan kepada dunia usaha, pertemuan dengan responden yang digelar tahunan juga menghadirkan Banking Consultation Desk yang melibatkan beberapa bank ACCD. Beberapa pelaku usaha (eksportir dan importir) memanfaatkan ruang konsultasi tersebut untuk mendalami teknis penggunaan mata uang lokal dan layanan perbankan lainnya. (hap)