HeadlineIndeksNusantara

Lestarikan Ekosistem Pesisir Bali, PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove

×

Lestarikan Ekosistem Pesisir Bali, PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove

Sebarkan artikel ini

BADUNG BALI, PMP – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (PLN UIT JBM) menyalurkan bantuan 16.500 bibit mangrove beserta 60 unit instalasi rumpun berjarak untuk mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja melalui keterangannya, Selasa (19/10/2026) menyampaikan program ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

“Bagi PLN, menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Melalui program penanaman 16.500 bibit mangrove di Tahura Ngurah Rai ini, kami berharap dapat berkontribusi nyata dalam menjaga ekosistem pesisir, mengurangi risiko abrasi, serta mendukung keberlangsungan habitat berbagai biota laut. Keberhasilan program sebelumnya juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas dampak positif bagi lingkungan,” ujar Ika.

Baca Juga :  PLN Sukses Jaga Pasokan Listrik Malam Natal

Program yang menyasar kawasan seluas 2 hektare ini melibatkan Kelompok Nelayan Wana Segara Kertih sebagai penerima manfaat sekaligus mitra dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Senior Manager Pengembangan Sistem Transmisi PLN UIT JBM, I Made Sugata Merta, kepada Ketua Kelompok Nelayan Wana Segara Kertih, I Nyoman Sunarta pada pertengahan Oktober 2026.

Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif penanaman mangrove yang telah dilaksanakan PLN UIT JBM pada 2025. Pada tahap pertama, PLN UIT JBM menyalurkan sebanyak 5.100 bibit mangrove dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 90 persen.

Hasil tersebut menjadi landasan untuk memperluas upaya rehabilitasi kawasan pesisir melalui penambahan bibit serta penerapan metode penanaman yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan mangrove secara optimal.

Dalam program kali ini, penanaman menggunakan metode rumpun berjarak, yaitu teknik penanaman dengan pengaturan rumpun dan jarak tertentu untuk membantu meminimalkan risiko kegagalan tumbuh. Dukungan 60 unit instalasi rumpun berjarak diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanaman dan mendukung keberlangsungan pertumbuhan bibit mangrove di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Kawal Pilkada Serentak, PLN Siagakan 4.367 Personel Jaga Keandalan Pasokan Listrik

Ika menambahkan bahwa keberhasilan program pelestarian lingkungan tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh komitmen bersama untuk merawat dan memastikan bibit tersebut tumbuh dengan baik.

“Karena itu, keterlibatan Kelompok Nelayan Wana Segara Kertih menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan manfaat program,” imbuhnya.

Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain membantu mengurangi abrasi, menjadi habitat bagi berbagai biota laut, serta menyerap dan menyimpan karbon. Bagi masyarakat pesisir, kelestarian mangrove juga berkontribusi dalam menjaga sumber daya alam yang mendukung aktivitas dan penghidupan masyarakat, khususnya kelompok nelayan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, Camat Kuta, dan Lurah Kedonganan. Dari PLN, hadir Senior Manager Pengembangan Sistem Transmisi PLN UIT JBM, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIT JBM, serta Manager PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bali.

Baca Juga :  Inovator PLN untuk Pertanian Buah Naga Banyuwangi Raih Dharma Karya ESDM

Sinergi antara PLN, pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, dan kelompok nelayan diharapkan mampu memperkuat upaya rehabilitasi lingkungan pesisir secara berkelanjutan. Kolaborasi ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai bagian dari perlindungan lingkungan dan ketahanan kawasan pesisir.

Melalui program TJSL ini, PLN UIT JBM menegaskan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak hanya berfokus pada keandalan penyaluran tenaga listrik, tetapi juga mencakup kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Penanaman mangrove di Tahura Ngurah Rai menjadi salah satu langkah konkret PLN UIT JBM dalam mendukung pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan di Bali,” pungkas Ika. (hap)