
SURABAYA, PMP – Seniman Indonesia, Yohan Purnomo, asal Kota Malang, Jawa Timur yang berhasil menjadi juara utama di ajang lomba gambar bertaraf Internasional, Faber-Castell Colour4Life 2025. Atas prestasinya, Yohan mendapatkan hadiah utama yakni berwisata ke kantor pusat Faber-Castell di Stein, Jerman
Product Manager Faber-Castell International Indonesia, Vincentia Novianty menjelaskan karya Yohan Purnomo berjudul “Shell of the Cosmos” berhasil meraih nilai tertinggi, dan menjadi juara setelah menyisihkan karya dari para juara yang berasal dari 7 negara Asia Pasifik lainnya yang berasal dari Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Cina, India dan Australia.
“Yohan Purnomo telah membuktikan bahwa kreativitas para seniman Indonesia, tidak perlu di ragukan. Kreativitas bisa lahir dari mana saja. Dengan perlombaan ini, kami berharap akan memberikan peluang untuk para seniman dari Indonesia untuk terus berkreasi dan imajinasi dalam karya, tidak hanya berkarya di level nasional, namun internasional, seperti yang diraih oleh Yohan ini,” kata Vincentia, Selasa (27/1/2026).
Dalam karyanya, Yohan Purnomo menggambarkan seekor kura-kura yang kembali ke pantai asalnya untuk bertelur, sebagai simbol makna pulang dan menjaga warisan.
“Tidak peduli sejauh apa kita pergi, kita tidak boleh melupakan asal-usul dan budaya yang diwariskan leluhur. Tanggung jawab kita adalah menjaga dan melestarikannya,” ujar Yohan di Surabaya.
Yohan memvisualisasikan pesan tersebut dengan latar pedesaan Indonesia, sungai, dan suasana pantai sebagai habitat alami kura-kura. Karya tersebut diperkaya dengan motif batik Jawa, ornamen Kalimantan, sentuhan Bali, serta pola cangkang yang melambangkan keberagaman Indonesia.
Penggunaan unsur budaya tersebut merepresentasikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan etnis, agama, dan ribuan pulau yang bersatu dalam satu identitas.
Uniknya karya “Shell of the Cosmos” dikerjakan hanya dengan 12 warna pensil yang disediakan oleh panitia. Yohan memadukan warna-warna tersebut melalui teknik pencampuran untuk menghasilkan gradasi dan detail yang kompleks.
“Keterbatasan warna justru menjadi tantangan sekaligus ruang eksplorasi. Adik-adik juga bisa belajar bahwa dengan warna terbatas, kita tetap bisa berkarya maksimal,” ungkap Yohan yang aktif membuat konten tutorial menggambar di kanal YouTube.
Proses pengerjaan karya tersebut memakan waktu sekitar dua minggu, dimana dia mengaku kendala utama pada manajemen waktu. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghalangi Yohan untuk menyampaikan pesan kuat melalui goresan pensilnya.
Sales Manager PT Faber-Castell International Indonesia Cabang Surabaya, Hilarius Haryadi menambahkan, seluruh peserta memang hanya diberikan 12 warna, namun hal itu tidak membatasi kreativitas. Justru Faber-Castell ingin menunjukkan bahwa kualitas alat gambar sangat mendukung eksplorasi seni.
“Kami menyampaikan kebanggaan dan apresiasi karena prestasi Yohan semakin mengukuhkan Faber-Castell sebagai pilihan utama para pecinta seni, dari anak-anak hingga profesional,” ungkapnya.
Ke depan, Faber-Castell berharap Yohan Purnomo dapat terus berkarya dan menularkan bakat serta semangat seni kepada generasi muda, khususnya anak-anak.
Sebagai bentuk komitmen, Faber-Castell secara rutin menggelar workshop dan pelatihan bagi guru TK, serta kompetisi menggambar bagi siswa TK, SD, SMP, hingga perguruan tinggi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, dengan berbagai penghargaan termasuk kesempatan ke luar negeri. (hap)












