Diikuti Seribu Lebih Mahasiswa Papua, Pelatihan Bela Negara Dibuka Menhan Ryamizard Ryacudu

Juli 18, 2017

 

Sebanyak 1.031 mahasiswa asal Papua mengikuti Dilklat Bela Negara, di Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/7/2017).

Bogor, penamerahputih.com  – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu didampingi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani bakal membuka Diklat Bela Negara, di Bogor, Rabu besok. Sebanyak 1.031 mahasiswa asal Papua mengikuti kegiatan ini.

Pelatihan bela negara yang berlangsung di Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah dimulai Selasa (18/7/2017).  Para mahasiswa asal Papua tersebut bakal mengikuti pendidikan dan pelatihan hingga Senin (24/7/2017).

“Ini merupakan kegiatan Diklat Kader Muda Bela Negara bagi Orang Asli Papua (OAP) program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2017,” kata Kabadiklat Kemhan Mayjen TNI Hartind Asrin.

Diklat Bela Negara yang mengangkat tema ‘Melalui Kader Muda Bela Negara, Kita Wujudkan Generasi Emas Menuju Indonesia Emas 2045’ itu, wujud tanggungjawab bersama akan pentingnya pembinaan kesadaran bela negara bagi seluruh rakyat Indonesia. Digelar bersama antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Menurut Mayjen Hartind, Diklat Bela Negara Program ADik sesuai dengan ketentuan umum Program ADik yaitu program keberpihakan pemerintah kepada putera-puteri asal daerah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal) dan Orang Asli Papua untuk memperoleh pendidkan tinggi di Perguruaan Tinggi Negeri (PTN).

“Peserta Diklat Program ADik-Orang Asli Papua merupakan para mahasiswa yang berangkat dari delapan kabupaten atau kota di Papua seperti Jayapura, Biak, Wamena Merauke, serta Papua Barat seperti Manokwari, Sorong, Kaimana dan Fakfak,” katanya.

Selain Menristekdikti, kegiatan Diklat Bela Negara bagi OAP pada Selasa tadi juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohana Yambise. Peserta Diklat Bela Negara sebelumnya berjumlah 1.000 orang, tetapi menjelang pembukaan ada penambahan sebanyak 31 orang, sehingga total peserta melebihi kuota yakni 1.031 orang. (bhimo)