Ini Strategi Prof Andalan Wujudkan Pemerataan Ekonomi di Luar Makassar

Maret 1, 2018

Prof Nurdin Abdullah –calon gubernur nomor 3 Prof Andalan- mengawali kampanye di Kabupaten Bantaeng, Rabu (28/2/2018).

Makassar, PMP – Prof Nurdin Abdullah saat mengawali kampanye di Bantaeng berharap pertumbuhan ekonomi di Sulsel tidak hanya terpusat di Makassar, tapi juga di seluruh daerah. Ini strategi Prof Andalan wujudkan pemerataan ekonomi di luar Makassar.

“Kami berharap, ke depan tercipta pemerataan perekonomian. Tidak hanya Makassar yang berkembang secara ekonomi, tetapi merata di 24 kabupaten dan kota,” kata Prof Nurdin Abdullah, di di Lapangan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Rabu kemarin.

Profesor Nurdin Abdullah pun menawarkan program strategis yang bisa mendukung terealisasinya pemerataan dan pertumbuhan ekonomi di seluruh Sulsel. Salah satunya adalah program membangun enam rumah sakit regional di enam daerah.

Enam rumah sakit regional yang nantinya dibangun jika Prof Andalan mendapat amanah dari rakyat Sulsel, bakal menjadi rumah sakit rujukan seperti RSUD Labuang Baji, Rumah Sakit Haji, atau RS Sayang Rakyat yang ketiganya berada di Makassar. Pembangunan rumah sakit regional di luar Makassar tentu bakal memberi dampak yang sangat positif bagi seluruh masyarakat Sulsel.

Selain bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat karena tidak perlu lagi datang Makassar jika menderita penyakit serius, rumah sakit regional bakal menyerap ribuan tenaga kerja baru.

Selain tenaga dokter, enam rumah sakit regional itu pastilah membutuhkan ribuan tenaga paramedis seperti perawat dan bidan. Juga tenaga kerja non-medis seperti tenaga administrasi, petugas kebersihan, satpam, atau penjaga parkir.

Berdirinya satu rumah sakit regional di satu kabupaten, tentu bakal memicu tumbuhnya perekonomian warga di sekitar rumah sakit tersebut. Berdatangannya tenaga paramedis dari luar daerah, pastilah membutuhkan rumah tinggal atau kamar kos. Artinya warga sekitar rumah sakit bisa menyewakan rumah atau kamar bagi para pendatang tadi.

Para pendatang tadi juga membutuhkan berbagai produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Contohnya makan, sabun mandi, odol, sampo, atau sarana transportasi yang mudah ke tempat kerja. Hal itu menjadi peluang usaha bagi warga asli di sekitar rumah sakit regional dengan membuka warung makan, warung kelontong, atau jasa pencucian baju, Juga bisa menjadi ojek untuk mengantar para pendatang tadi.

Maka secara perlahan tapi pasti, masyarakat asli di sekitar rumah sakit regional mulai mendapat penghasilan dengan membuka berbagai jenis usaha atau jasa.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan, masyarakat asli di sekitar rumah sakit regional sangat berpeluang mendapat pekerjaan baru dengan mengisi posisi tenaga kerja non-medis. Bisa menjadi tenaga administrasi, satpam, atau petugas kebersihan. Belum lagi peluang membuka warung makan, toko kelontong, atau menyediakan kamar sewa di dekat rumah sakit bagi keluarga pasien dari luar kota.

Artinya, program pembangunan enam rumah sakit regional yang ditawarkan pasangan nomor 3 Prof Andalan sangat bisa diharapkan membuka lapangan kerja dan usaha baru yang bakal menguntungkan warga karena mendapat tambahan penghasilan. Dari situlah pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah bisa diwujudkan.(*)