Digitalisasi Logistik MySPIL Percepat Antrian

Desember 22, 2019

Diskusi digitalisasi pelayaran dan logistik yang diadakan Forum Jurnalis Ekbis di hotel Kampi, Jumat (20/12/2019).

 Surabaya, PMP – Industri logistik yang mengatur pengiriman barang kini mulai mengembangkan teknologi informasi melalui berbagai aplikasi, dalam menghadapi kompetisi pasar bebas. Tak terkecuali  perusahaan pelayaran nasional terkemuka PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) yang menerapkan digitalisasi pada operasional perusahaan, baik secara internal maupun eksternal.

“Fokus utama dari penerapan teknologi digital ini  untuk meningkatkan layanan pengangkutan kepada pelanggan, baik untuk angkutan pelayaran laut (shipping), maupun darat (trucking),” ungkap Ferna Arga Wijaya, Strategic Development & Implementation Manager PT SPIL.

SPIL telah mengembangkan program aplikasi MySPIL sejak tahun 2016. Program tersebut berdasarkan  pada kualitas dan integrasi solusi pelayanan kepada pelanggan.

MySPIL merupakan aplikasi pertama dalam industri logistik di tanah air. Pelanggan tidak hanya bisa membuat booking, e-SI, e-BL dan melakukan pembayaran melalui virtual account saja. Namun juga bisa melihat posisi barang yang dikirim melalui aplikasi tersebut.

Secara keseluruhan  persentase pengguna aplikasi ini semakin meningkat. Saat ini persentase pengguna telah naik menjadi lebih dari 80% booking adalah via mySPIL.

“Jika dilihat dari tools yang dipakai, sebagian besar pelanggan tersebut menggunakan smartphone, baru kemudian laptop/komputer,” ujar Ferna, dalam sebuah diskusi FGD yang diadakan Forum Jurnalis Ekbis di hotel Kampi, Jumat siang (20/12/2019).

Beberapa keunggulan dari aplikasi ini adalah efisiensi waktu dan biaya, terutama bagi para pelanggan yang lokasinya relatif jauh. Sehingga dengan adanya aplikasi mySPIL, kendala macet di jalan, maupun antrian, kini tidak menjadi masalah.

Terkait dengan inovasi yang dilakukan, SPIL juga berupaya meningkatkan jangkauan pelayanan dengan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Setelah sebelumnya menggandeng perusahaan fintech GoPay dan LinkAja untuk mempermudah akses transaksi mySPIL. SPIL juga menjalin mitra dengan Deliveree untuk mendukung kegiatan logistik.

“Kami sangat terbuka untuk bekerjasama dengan pihak dalam pengembangan industri (logistik) ini,” pungkas Ferna. (hps)