Gedung Putih Siaga Merah Dirangsek Pendemo Antirasis, Trump Dievakuasi ke Bungker

Juni 1, 2020

Pendemo antirasis di depan Gedung Putih. (Reuters)

Jakarta, PMP – Presiden AS Donald Trump ternyata sempat dievakuasi para pengawalnya ke bungker Gedung Putih saat massa pendemo antirasis merangsek mendekati kantor dan kediaman presiden di Washington DC itu. Sebanyak 40 kota di AS seolah menjadi zona perang akibat unjuk rasa berujung anarkis yang membela kematian pria kulit hitam George Floyd (46) oleh empat polisi kulit putih Minneapolis.

Kabar dievakuasinya Presiden Trump beserta Ibu Negara Melania Trump dan anak bungsu Barron ke bunker White House pada Jumat malam (29/5/2020), tercium media pada Senin siang (1/6/2020).

“Jika status keamanan di Gedung Putih sudah mencapai merah, maka presiden harus dipindahkan ke Pusat Operasi Darurat (EOC). Melania Trump, Barron Trump dan seluruh anggota keluarga presiden juga harus dipindahkan,” kata sebuah sumber di Gedung Putih.

Baca juga: Anjing Galak Trump dan Rasisme yang Menginstitusi

Demonstran melakukan pembakaran di dekat Gedung Putih (AP Photo/Alex Brandon)

Trump dan keluarga sempat berlindung di bungker selama satu jam. Mereka dikembalikan ke Gedung Putih setelah aparat keamanan mampu mengurai aksi demo yang mulai memanas sejak pukul 23.00 hingga Sabtu dini hari.

Dinas Rahasia AS Secret Service sempat mengimbau para pegawai Gedung Putih untuk menyembunyikan tanda pengenal mereka saat menuju tempat kerja atau pulang. Mereka disarankan baru memperlihatkannya di depan pintu masuk. Imbauan disampaikan melalui surat elektronik dengan alasan mewaspadai kondisi yang terjadi.

Aksi kerusuhan antirasis tak hanya terjadi di Gedung Putih, tapi juga meletus di 40 kota dan 15 negara bagian di AS yang kini menerapkan jam malam untuk meredam gelombang demonstrasi. Bahkan pemerintah di beberapa kota meminta bantuan pasukan Garda Nasional, pasukan cadangan yang disiapkan dalam kondisi darurat akibat bencana atau perang, guna membantu pengamanan bersama-sama polisi.

Para pengunjuk rasa menyatorni Gedung Putih karena menganggap Presiden Trump harus bertanggung jawab atas aksi kekerasan berbau rasis yang dilakukan empat polisi Minneapolis terhadap George Floyd.(bim)