PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Polkam

Gus Yaqut Jadi Menag: Saya Tak Ingin Agama Dijadikan Alat Politik

Gus Yaqut
Presiden Jokowi dan Gus Yaqut pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Graha Gerakan Pemuda GP Ansor, Jl Kramat No 65 A, Jakarta Pusat, 11 Desember 2016.(istimewa)

Jakarta, pmp Р Yaqut Cholil Quomas atau Gus Yaqut (45), Ketua Umum GP Ansor yang ditunjuk Presiden Jokowi menjadi menteri agama, menegaskan bakal bersikap tegas agar agama tak lagi digunakan sebagai alat politik.

“Setelah resmi menjadi Menag, yang pertama ingin saya lakukan adalah agama sebisa mungkin tidak lagi digunakan menjadi alat politik, baik untuk menentang pemerintah, merebut kekuasaan, maupun mungkin untuk tujuan-tujuan yang lain,” kata Gus Yaqut yang juga putera almarhum KH Muhammad Cholil Bisri itu, di Veranda Istana Merdeka, setelah diperkenalkan sebagai calon Menag oleh Presiden Jokowi, Selasa (22/12/2020).

Hal kedua yang ingin dilakukan dan disebutnya tugas tidak mudah adalah meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan juga ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sebagai sesama anak bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai agama.

Baca Juga :   Cawapres Jokowi dari Timur, Menakar Peluang TGB dan Mentan Amran

“Maka negara ini akan damai jika sesama muslim, sesama umat Islam memiliki ukhuwah di antara mereka,” katanya.

Selanjutnya menurut keponakan Gus Mus atau KH Mustofa Bisri itu, saat berjuang mencapai kemerdekaan Republik Indonesia, semua umat agama terlibat berjuang sehingga penting ukhuwah wathaniyah dibangkitkan kembali.

“Agar tidak ada satu kelompok pun, satu agama apa pun yang mengklaim memiliki negara ini, semua berhak memiliki negara ini,” tegas anggota DPR dari Fraksi PKB itu.(gdn)