PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

Kembangkan Potensi EBT, PJB Maksimalkan Sumber Alam Indonesia

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikembangkan PJB di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. (Humas PJB)

Surabaya, pmp  – PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) dengan memanfaatkan potensi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau.

“Penerapan EBT di Indonesia sudah tidak bisa dihindari lagi terlebih adanya perjanjian internasional Paris Agreement yang bertujuan mengurangi emisi karbon di Tanah Air, dengan target pada tahun 2025 penggunaan EBT di Indonesia mencapai angka 23 persen,” kata Direktur SDM dan Administrasi PJB, Karyawan Aji.

Pada webinar pengenalan dan pengembangan EBT di Indonesia yang digelar Selasa (12/10/2021), Karyawan Aji menyebut potensi EBT di Indonesia menjadi magnet tersendiri bagi dunia internasional karena sangat besar.

Lebih jauh Direktur Pengembangan dan Niaga PJB, Iwan Purwana memaparkan program pengembangan EBT yang dilakukan PJB menggunakan beberapa skema, masing-masing EBT Skema Kemitraan, EBT Kepulauan Tersebar, PLTS Untuk Pemakaian Sendiri (PS), Elektrifikasi dengan EBT.

Baca Juga :   PJB Laksanakan Kuliah Perdana Kampus Merdeka

“PJB juga mempunyai skema PLT Hybrid, yakni tenaga campuran, terdiri dari diesel, tenaga surya dan baterai,” katanya.

Besarnya potensi EBT di Indonesia juga dipaparkan Pakar Bioenergy Engineering,  Agricultural Engineering dari Universitas Brawijaya, Malang, Bambang Susilo, M.Sc. Agr,  yang menyebutkan Indonesia memiliki sumber daya alam yang cukup banyak yang mampu mendukung pengembangan EBT sebagai bahan baku.

Bambang yang juga sebagai Dosen Fakultas Teknologi Pertanian itu menyebut, beberapa potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia di antaranya aliran air, tenaga solar/matahari, biomassa, bahan bakar nabati, biogas, suhu kedalaman laut, angin, ombak laut, panas bumi (geothermal).

“Indonesia akan menjadi negara yang akan sangat dibutuhkan karena potensinya besar, seperti musim yang menghasilkan energi, yakni panas dan hujan,” katanya.

Baca Juga :   Dua Aplikasi PJB Raih Penghargaan Internasional

Ia mengatakan, secara umum energi baru adalah energi yang dihasilkan oleh teknologi baru, dan energi terbarukan adalah energi yang dalam waktu pendek bisa diperbarui, kemudian dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik.

“Pengembangan EBT di Indonesi perlu terus didorong agar Indonesia mampu menjadi mandiri dengan sumber daya alamnya,” kata Bambang. (hps)